Polisi Kesal, Alasan Wanita Baju Putih Challenge Hafalan Quran Hadiah Miras: yang Penting Balance
ninda iswara August 14, 2026 08:06 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Wanita berbaju putih yang membuat challenge hafalan Alquran berhadiah minuman keras (miras) akhirnya buka suara kepada penyidik terkait aksinya di festival musik The Sounds Project.

Perempuan berinisial R tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah videonya saat memberikan tantangan di booth Newport, Ancol, Jakarta Utara, viral di media sosial.

Challenge itu digelar dalam acara The Sounds Project yang berlangsung pada Minggu (9/8/2026), dengan hadiah berupa satu botol minuman keras bagi peserta yang mampu menghafal surat tertentu.

R menjadi salah satu pihak yang kemudian diamankan polisi karena diduga terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kini, R telah ditetapkan sebagai tersangka dan harus menjalani proses hukum atas perbuatannya.

Ia juga tidak menjalani proses hukum seorang diri karena turut ditahan bersama pembawa acara Revnaldo Ega atau E.

Penyidik disebut sempat dibuat kesal setelah mendengar alasan R memberikan tantangan hafalan Alquran dengan hadiah miras tersebut.

Baca juga: Sosok R, Wanita jadi Tumbal MC Challenge Hafalan Al-Quran Hadiah Miras, Ditangkap di Rumahnya

Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria mengenakan penutup kepala berbentuk tanduk ikut memberikan challenge serupa kepada pengunjung.

"Yang bisa Al-Ikhlas maju, gua bayarin satu botol, ayo maju," katanya.

Tantangan tersebut kemudian berlanjut dengan melibatkan pengunjung lain yang diminta menunjukkan kemampuan menghafal surat dalam Alquran.

Dalam rekaman berbeda, seorang wanita berbaju putih tanpa lengan juga terlihat memberikan tantangan serupa kepada peserta.

"Yang bisa Ad-Duha gua bayarin satu botol, Ad Duha, Ad Duha," katanya.

Aksi tersebut pun menuai reaksi keras setelah videonya tersebar luas dan memicu sorotan publik di media sosial.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk peran R dan E.

Pengakuan R kepada penyidik kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap lebih jauh latar belakang munculnya challenge hafalan Alquran berhadiah miras tersebut.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengungkap pengakuan dari R, wanita yang memberi challenge.

Ia mengutarakan alasannya memberi challenge tersebut.

"Menurut yang bersangkutan bahwa dengan alasan kita harus berimbang," kata Iman.

Alasan ini pula yang terdengar pada video.

Berulang kali R dan Ega saling sahut.

"Yang penting balance," kata mereka.

Selain itu alasan lain R memberi challenge hafalan Alquran hadiah miras, untuk menguji keberanian.

Alasan ini pula yang membuat polisi ikut emosi.

"Kemudian menguji keberanian, nah ini juga menjadi satu alasan yang tidak patut menurut kami," katanya.

Penyidik pun sudah meminta keterangan ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kami juga sudah memintakan keterangan ahli dari MUI sehubungan dengan fakta hukum dan proses penyidikan yang sedang kami jalani," katanya.

Berdasarkan pengakuan saksi, bahwa challenge tersebut dibuat secara spontan.

Baca juga: Dua Pelaku Challenge Al-Quran Berhadiah Miras Dibekuk, Polisi Incar Pelaku Lain, Penyelenggara Kecam

CHALLENGE HADIAH MIRAS - Sosok R, wanita baju putih pembuat challenge hafalan Al-Quran berhadiah miras, sempat jadi 'tumbal' MC
CHALLENGE HADIAH MIRAS - Sosok R, wanita baju putih pembuat challenge hafalan Al-Quran berhadiah miras, sempat jadi 'tumbal' MC (Threads/via TribunBogor)

"Antara 11 saksi yang sudah kami lakukan pemeriksaan saling ada keterkaitan keterangan yang mengatakan hal sama bahwa itu dilakukan secara spontan," katanya.

"Walau spontan tindakannya merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling mendukung," tambah Kombes Pol Iman Imanuddin.

Kini akun Revnaldo Ega @aqueer_ mengaku sebagai MC dalam acara tersebut.

Ia menerangkan kejadia dalam video terjadi pada Minggu (9/8/2026).

Kata dia aksinya di panggung sama sekali tidak berkaitan dengan brand minuman alkohol Newport.

"Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. 

Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya." tulisnya di Thread.

Ia bercerita awalnya melakukan interaksi dengan pengunjung.

Lalu mendadak ada yang mengambil micnya.

"Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audience tersebut," katanya.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.