- Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi, ADNOC, melaporkan dua kapalnya diserang saat melintasi Selat Hormuz pada Kamis (13/8/2026) malam.
Uni Emirat Arab menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut.
Untungnya, tidak ada laporan korban luka dalam insiden ini.
Ini merupakan serangan kedua terhadap kapal ADNOC dalam waktu kurang dari seminggu.
Sebelumnya pada hari Sabtu, UEA juga mengecam serangan Iran terhadap kapal terkait ADNOC di selat yang sama.
ADNOC menyatakan situasi saat ini sudah terkendali.
Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan ini sebagai tindakan bermusuhan dari Iran.
Garda Revolusi Iran dituding melakukan aksi pembajakan dengan menargetkan pelayaran komersial.
UEA menilai Iran menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tekanan ekonomi dan pemerasan.
Hingga kini, belum ada rincian mengenai kapal, muatan, maupun kerusakan yang terjadi.
Iran sendiri belum memberikan komentar resmi atas tuduhan ini.
Sebelum konflik, seperlima minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz.
Sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah akhir Februari lalu, jalur pelayaran ini terus diliputi ketegangan dan ancaman keamanan.
Program: Tribunnews Update
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman