SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Asap tipis yang membayang di ufuk pagi beberapa kawasan Sumatera Selatan mulai menipis, memberikan sedikit napas lega bagi warga.
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menerjang sejumlah titik dalam beberapa hari terakhir sempat membuat Indeks Kualitas Udara (AQI) memerah tajam di berbagai daerah.
Namun, data terbaru pada Jumat (14/8/2026) menunjukkan tren yang cukup menggembirakan.
Jika pada hari sebelumnya ada tujuh daerah yang terperangkap dalam zona merah, kini jumlah tersebut berangsur melandai. Tersisa empat wilayah yang masih berada di kategori Tidak Sehat.
Kendati situasi secara umum membaik, kewaspadaan tak boleh mengendur. Berikut adalah rincian empat daerah di Bumi Sriwijaya yang udara harinya masih belum ramah untuk dihirup:
Sempat terlepas dari posisi tiga besar pada hari-hari sebelumnya, Talang Ubi kini justru kembali melejit ke peringkat pertama.
Dengan angka indeks mencapai 163, kawasan ini memegang predikat wilayah dengan kualitas udara paling tidak sehat di Sumsel hari ini. Aroma sangit dan kabut tipis masih membayang di atmosfer Talang Ubi.
Tak berjarak jauh dari Indralaya, Muara Beliti menyusul di peringkat ketiga dengan tingkat polusi udara menyentuh angka 158. Kualitas udara di daerah ini masih bertahan di zona merah, menuntut warga untuk ekstra hati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
Kota Palembang berada di urutan keempat dengan indeks kualitas udara di angka 151.
Meski masih berstatus tidak sehat dan berada di zona merah, angka ini relatif membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan/ISPA disarankan untuk tetap mengenakan masker standar serta membatasi kegiatan fisik berat di area terbuka hingga kualitas udara kembali normal.