Kebakaran Melanda Wisata Arak-Arak Bondowoso, Petugas Terkendala Titik Api di Tebing Curam
Sarah Elnyora Rumaropen August 14, 2026 11:35 AM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Sinca Ari Pangistu

SURYAMALANG.COM, BONDOWOSO - Kobaran api dilaporkan mulai membakar area hutan Perhutani di kawasan wisata Pemandangan Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur sejak Kamis (13/8/2026) petang. 

Upaya pemadaman awal secara manual oleh pengelola wisata belum membuahkan hasil hingga akhirnya tim gabungan dari Damkar Satpol PP, BPBD, dan TNI-Polri dikerahkan ke lokasi.

Kendati armada pemadam berhasil mengamankan area perbatasan, petugas sempat kesulitan menangani titik api lain yang bertengger di atas tebing tinggi.

Upaya Awal Pemadaman

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Teddy, menjelaskan insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut bermula sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat pertama kali diketahui, petugas bersama penjaga objek wisata Pemandangan Arak-Arak sempat berupaya memadamkan kobaran api secara manual.

Namun, hingga pukul 18.00 WIB, kobaran api masih terus terlihat melalap area tebing sebelah utara.

Baca juga: Ledakan Dapur MBG Puri Mojokerto Picu Kebakaran Hebat: 3 Orang Luka Bakar, 2 Damkar Diterjunkan

Melihat kondisi yang belum terkendali, petugas piket di lokasi akhirnya menghubungi Mako Damkar Bondowoso untuk meminta bantuan armada pemadam.

"Akhirnya (petugas) menghubungi kami," terang Teddy.

Setibanya di lokasi kejadian, tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat melakukan penanganan.

Selain memadamkan titik utama, petugas juga menyisir area perbatasan Bondowoso–Situbondo yang turut dilaporkan mengalami kebakaran.

"Sampai di lokasi, kami memadamkan satu titik api dengan luasan sekitar 50x60 meter," ungkapnya.

Terkendala Medan Tebing Curam

Sementara itu, Teddy melanjutkan terdapat satu titik api lain seluas kurang lebih 30x40 meter yang tidak dapat dijangkau oleh armada pemadam.

Lokasinya yang berada di tebing bagian atas, jauh dari akses jalan raya, serta sulit untuk membentangkan selang menjadi kendala utama petugas di lapangan.

"Tambah banyak titiknya ini, makin besar," ujar Teddy saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp di tengah berlangsungnya proses pemadaman.

Baca juga: Update Kebakaran Gunung Bromo: Polisi Turun Tangan, Wagub Emil Patroli Dini Hari di Bukit Kingkong

Guna menjinakkan karhutla di medan yang cukup berat tersebut, pihak Damkar menerjunkan dua unit armada berkapasitas 6.000 liter dan 5.000 liter, dengan total pengisian ulang air sebanyak dua kali.

Selain penyemprotan, pemadaman juga dibantu secara manual menggunakan gepyok.

"Jadi kami menyemprotkan air, dan ada juga yang menggunakan gepyok untuk pemadaman," pungkasnya.

Setelah berjibaku selama kurang lebih 3 jam, kobaran api akhirnya berhasil dipastikan padam secara total.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kebakaran tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.