TRIBUN-SULBAR.COM- Seorang perempuan berinisial MR (27), warga Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke polisi. Kasus tersebut menjadi sorotan setelah video penganiayaan terhadap korban beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, korban tampak mendapat perlakuan kasar dari sejumlah perempuan. Korban diduga ditampar dan dijambak.
Dalam kejadian tersebut, bagian tubuh korban juga dilumuri bubuk cabai.
Dugaan penganiayaan itu melibatkan seorang bidan berinisial HT (29).
HT disebut membuka praktik bidan di Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya laporan tersebut.
Polisi menyebut terdapat tiga perempuan yang dilaporkan korban, yakni HT, S (45) yang merupakan ibu kandung HT, serta H (25).
Kasus tersebut diduga bermula dari persoalan hubungan asmara. HT disebut meminta MR datang ke tempat praktiknya.
Setibanya di lokasi, MR bertemu dengan lima perempuan, termasuk HT, S, H, serta dua perempuan lainnya yang tidak dikenalnya.
Situasi kemudian memanas setelah terjadi cekcok antara HT dan MR. Polisi menyebut HT diduga merasa sakit hati karena menduga MR menjalin hubungan dengan suaminya.
Dalam pemeriksaan awal, MR mengakui pernah menjalin hubungan dengan pria yang merupakan suami HT. Namun, MR mengaku hubungan tersebut telah berakhir.
"Korban mengakui pernah menjalin hubungan dengan pria tersebut, namun mengaku hubungan itu telah berakhir," kata Eko, Kamis (13/8/2026).
Cekcok tersebut kemudian berujung pada dugaan penganiayaan. HT diduga menampar dan menjambak rambut MR.
Sementara itu, S diduga menarik celana dalam korban hingga robek. Setelah itu, S disebut melumuri bagian tubuh korban dengan bubuk cabai.
Polisi juga menyebut wajah korban turut dilumuri bubuk cabai dalam kejadian tersebut.
Adapun H diduga berperan merekam aksi penganiayaan. Polisi masih mendalami dugaan bahwa rekaman tersebut kemudian disebarkan hingga viral di media sosial.
"Sedangkan H dalam kejadian tersebut berperan sebagai perekam dan diduga menyebarkan video penganiayaan tersebut," ujar Eko.
Akibat kejadian tersebut, MR mengaku mengalami sejumlah keluhan fisik.
Korban disebut merasakan sakit pada bagian kepala, leher belakang, serta pergelangan tangan kanan. Selain itu, korban juga mengeluhkan rasa panas pada area intim yang disebut berlangsung selama sekitar dua hari.
Polisi masih melakukan penanganan dan pendalaman terhadap laporan tersebut, termasuk mengusut peran masing-masing perempuan yang dilaporkan korban.
Kasus ini mencuat setelah video dugaan penganiayaan beredar luas di media sosial. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian serta motif di balik aksi tersebut.