BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA – Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar menjadi momentum bagi pemerintah daerah mengevaluasi sekaligus melanjutkan pembangunan.
Mengusung tema “Banjar Ditata, Banjar Dijaga”, Pemkab Banjar menekankan pentingnya pembangunan yang diiringi upaya menjaga persatuan, lingkungan, serta nilai agama dan budaya.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengatakan, tema tersebut bukan sekadar slogan peringatan Hari Jadi.
Menurutnya, “Banjar Dijaga” memiliki makna penting dalam menjaga kebersamaan dan persatuan seluruh elemen pemerintahan maupun masyarakat.
“Banjar Dijaga salah satunya adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Kita membutuhkan rasa kebersamaan, persatuan yang kuat,” kata Saidi Mansyur.
Baca juga: Menjaga Jejak Perkawinan Adat Banjar, Hj Mursimah Wariskan Tradisi Lokal Lewat Buku
Ia menekankan, sinergi tidak hanya diperlukan antara pemerintah dengan masyarakat, tetapi juga di internal pemerintahan.
Koordinasi antar-SKPD dan penghapusan ego sektoral dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
“Baik itu atasan dan bawahan, ini juga saling bersinergi, internal SKPD, bahkan ego sektoralnya juga dihilangkan,” ujarnya.
Tema Hari Jadi tersebut, lanjut Saidi, diharapkan menjadi pedoman jajaran pemerintah daerah dalam menjalankan tugas hingga peringatan Hari Jadi berikutnya.
Dengan demikian, semangat membangun sekaligus menjaga Kabupaten Banjar tidak berhenti pada seremoni.
Di sisi pembangunan, sejumlah indikator menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjar tercatat 75,11, sedangkan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026 mencapai 5,39 persen.
Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan. Dari total jaringan jalan sepanjang 1.816,61 kilometer, sekitar 907,26 kilometer berada dalam kondisi mantap. Pada 2026, perbaikan jalan mencapai 147,67 kilometer dan pembangunan jalan baru sekitar 19 kilometer.
Dari 1.865 jembatan yang tersebar di Kabupaten Banjar, sebanyak 1.660 unit di antaranya tercatat dalam kondisi baik.
Penataan kawasan perkotaan Martapura juga menjadi bagian dari pembangunan. Sepanjang 2021 hingga 2025, pembangunan dan penataan pedestrian telah mencapai 3.035,15 meter yang tersebar di sejumlah koridor utama Jalan A Yani dan kawasan etalase kota.
Pembangunan turut diarahkan pada pengelolaan sumber daya air dan sanitasi.
Operasi dan pemeliharaan dilakukan pada 13 ruas sungai dengan total panjang 51.358 meter. Sementara sepanjang 2021–2025 telah dibangun 3.723 tangki septik individual.
Pada sektor pendidikan, rata-rata Lama Sekolah masyarakat Kabupaten Banjar mencapai 8,15 tahun, sedangkan Harapan Lama Sekolah berada di angka 13,05 tahun. Sebanyak 11 sekolah juga mendapatkan program revitalisasi.
Perhatian terhadap dunia pendidikan turut mendapat pengakuan melalui Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 yang diterima Bupati Banjar dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI).
Saidi menyebut capaian pembangunan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama berbagai pihak.
Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda dan masyarakat yang selama ini turut mendukung pembangunan.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Karena itu, momentum Hari Jadi dimanfaatkan untuk meminta seluruh jajaran memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kita juga menyampaikan keberhasilan yang kita raih, dan ada beberapa yang memang kekurangan yang harus segera kita bersamai,” katanya.
Ia juga menyinggung persoalan yang sebelumnya menjadi keresahan ASN, khususnya terkait penggajian. Saidi memastikan kondisi keuangan daerah tahun ini dalam keadaan aman.
Menurutnya, kepastian tersebut diharapkan dapat memberikan semangat bagi ASN untuk meningkatkan kinerja.
Di sisi lain, ia meminta jajaran pemerintah mengevaluasi kekurangan yang terjadi agar pelayanan publik semakin baik.
Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Banjar sendiri tidak hanya diisi apel. Sebelumnya telah digelar rapat paripurna, kegiatan keagamaan seperti salat hajat serta ziarah ke makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan.
Baca juga: Sempat Diserang Tungro, Petani di Martapura Barat Banjar Kembali Panen Padi di Tengah El Nino
Saidi mengatakan, pelaksanaan apel sekaligus puncak peringatan dalam suasana sederhana tidak mengurangi kekhidmatan Hari Jadi. Justru, momentum tersebut diharapkan memperkuat rasa kebersamaan seluruh jajaran.
“Dalam kesederhanaan ini juga tidak mengurangi hikmat dari makna Hari Jadi,” ujarnya.
Ia berharap semangat Banjar Ditata, Banjar Dijaga tidak berhenti dalam rangkaian peringatan, tetapi diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat diharapkan mengambil peran sesuai bidang masing-masing untuk menjaga hasil pembangunan sekaligus mendorong Kabupaten Banjar menjadi lebih baik. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)