TRIBUNSUMSEL.COM,BANYUASIN - Masyarakat yang ada di Kabupaten Banyuasin, diminta untuk lebih sering untuk mekonsumsi air putih agar tidak kekurangan cairan tubuh selama musim kemarau yang saat ini terjadi.
Selain itu, mulai terjadinya karhutla yang saat ini terjadi Dinas Kesehatan Banyuasin juga meminta kepada masyarakat untuk wapada terhadap infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA.
Meski belum menunjukan adanya tanda-tanda peningkatan ISPA di masyarakat, namun menurut Kabid P2P Dinkes Banyuasin Eni Diana, meminta kepada masyarakat Banyuasin untuk selalu waspada terhadap rentannya terkena ISPA saat musim kemarau dan tertpapar asap dari sisa karhutla.
"Sejauh ini, belum ada tanda peningkatan ISPA yang ada di Kabupaten Banyuasin. Dari Januari yang cukup tinggi hingga Juni lalu mengalami penurunan yang cukup signifikan," katanya, Jumat (14/8/2026).
Dari data yang ada di Dinkes Banyuasin, bulan Januari ada 1.777 orang yang terpapar ISPA.
Namun di bulan Februari mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi 1.332 orang dan pada bulan Maret cukup mengalami kenaikan menjadi 1.357 orang.
Baca juga: Jalintim KM 17 Kerap Macet Panjang, Pemkab Banyuasin Dorong Tol Kapal Betung Dibuka Fungsional
Pada bulan April mengalami penurunan menjadi 1.269 orang. Sedangkan, untuk bulan Mei mengalami peningkatan orang yang terkena ISPA menjadi 1.501 orang.
Terakhir dari data yang ada, di bulan Juni mengalami penurunan kembali menjadi 1.436 orang yeng terkena ISPA.
"Untuk bulan Juli, kami masih menunggu laporan-laporan dari puskesmas dan rumah sakit yang ada di wiilayah Banyuasin, apakah ada peningkatan atau menurunan terkait ISPA. Wilayah di Banyuasin yang banyak mengalami ISPA ada di Kota Pangkalan Balai, Kecamatan Sembawa dan Desa Telang Jaya Kecamatan Muara Telang," ungkapnya.
Infeksi virus dan bakteri yang penularannya melalui udara, menjadi faktor utama masyarakat terkena ISPA.
Terlebih, dengn kuallitas udara yang mulai tidak bagus, Dinkes Banyuasin juga meminta agar menggunakan masker dan mengurangi kegiata di luar rumah.
"Bila ada sesak, masyarakat bisa langsung mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Bila datang ke puskesmas bisa segera dilakukan penanganan medis secepatnya. Gejala ISPA memang terlihat sepeleh sepertibatuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan demam. Keluhan ini bisa disertai badan terasa lemas, sakit kepala, nyeri otot, serta sesak napas jika infeksi sudah menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Jadi masyarakat juga harus peka bila sudah mengalami gejala ini," pungkasnya.
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com