TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda mengerahkan 275 personel gabungan untuk membersihkan kawasan Teras Samarinda Tahap II, Jumat (14/8/2026).
Ratusan personel tersebut berasal dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, serta melibatkan komunitas dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Aksi kerja bakti ini dilakukan sebagai persiapan sebelum kawasan Teras Samarinda Tahap II dibuka untuk masyarakat umum.
Plt Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan ratusan petugas disebar untuk membersihkan berbagai bagian kawasan, mulai dari pedestrian, drainase hingga area taman.
Baca juga: Sterilkan Kawasan Teras Samarinda Tahap II, Dishub Rancang Zebra Cross Jumbo dan Pelican Crossing
"Kurang lebih jumlah yang ada di lapangan kurang lebih 275 personel ya, di segmen atau tahap dua ini ya, segmen 2, 3, 4," ujarnya kepada TribunKaltim.co.
Menurut Suwarso, pengerahan personel juga disertai dukungan sejumlah armada operasional dari berbagai perangkat daerah.
Dinas Pemadam Kebakaran menurunkan sedikitnya tiga unit mobil damkar. Sementara BPBD mengerahkan satu unit speedboat dan mobil tangki.
Dinas PUPR juga menurunkan tiga unit tim Hantu Banyu untuk membantu proses pembersihan.
Baca juga: Tumpukan Sampah dan Gulma Menggunung di Teras Samarinda Tahap II, DLH Agendakan Kerja Bakti
Dari DLH, Kapal Kharisma dan satu unit speedboat digunakan untuk menyisir sampah di kawasan perairan, khususnya di sekitar muara sungai kawasan Pasar Pagi.
"Kegiatannya adalah di samping membersihkan pedestrian, juga menyiram rumput, kemudian membersihkan beberapa drainase, termasuk di dalamnya mengangkat gulma ada kayu," jelasnya.
Persiapan Jelang Teras Samarinda Dibuka
Suwarso mengatakan kerja bakti tersebut merupakan tindak lanjut dari peninjauan lokasi sebelumnya sekaligus persiapan menjelang peresmian Teras Samarinda Tahap II oleh Walikota Samarinda Andi Harun.
Seluruh OPD diberikan tugas sesuai bidang masing-masing.
Petugas tidak hanya membersihkan kawasan, tetapi juga melakukan perawatan terhadap fasilitas dan tanaman yang berada di area tersebut.
Baca juga: Bakal Dibuka 1 September, Pemkot Temukan Sejumlah Catatan di Proyek Teras Samarinda Tahap II
"Itu bagian-bagian dari upaya perbaikan dan supaya nanti bisa cepat dinikmati oleh masyarakat umum Kota Samarinda," katanya.
Selain petugas pemerintah, aksi bersih-bersih juga melibatkan komunitas dan mahasiswa UMKT.
Mereka ikut membersihkan sampah yang berada di aliran Sungai Mahakam yang saat itu dalam kondisi pasang.
Pasang Jaring untuk Cegah Sampah Masuk
Pemkot Samarinda juga mulai mengantisipasi sampah kembali masuk ke kawasan yang telah dibersihkan.
Petugas memasang jaring pengaman sementara di sekitar muara sungai kawasan Pasar Pagi.
Baca juga: Antisipasi Parkir Liar, Dishub Minta Pagar Median Dipasang Sebelum Teras Samarinda Tahap II Dibuka
Ke depan, jaring tersebut direncanakan ditingkatkan menjadi barikade wiremesh semi permanen dengan sistem buka-tutup.
Barikade itu akan difungsikan untuk menyaring gulma serta kayu berukuran besar yang terbawa arus sungai.
"Setidak-tidaknya mengantisipasi kayu-kayu besar yang nanti pasti akan mengganggu aliran sungai samping Pasar Pagi itu ke arah Sungai Mahakam, supaya tidak ada genangan air didalam lah," jelasnya.
DLH Koordinasi dengan BWS
Sementara itu, persoalan endapan lumpur, kayu berukuran besar dan gulma tebal di sepanjang tepian Sungai Mahakam masih dalam penanganan.
Baca juga: Teras Samarinda Tahap II Dibuka untuk Umum Mulai 1 September 2026
DLH Samarinda telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menyusun strategi teknis penanganannya.
Pembahasan mencakup estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) hingga opsi penggunaan alat berat, seperti ekskavator amfibi maupun ponton.
Seluruh perhitungan teknis tersebut kini telah disampaikan kepada Asisten II Setda Kota Samarinda.
"Nanti kita dari DLH itu menunggu informasi selanjutnya, arahan dari Pak Asisten 2," pungkasnya. (*)