TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aksi tak terpuji terhadap anggota kepolisian terekam kamera pengawas (CCTV) dan mendadak viral di media sosial.
Seorang polisi jadi korban pemukulan yang belakanga diketahui Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Samarinda Ulu, AKP Budi Santoso diserang saat sedang membantu evakuasi korban kecelakaan lalu lintas.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.
Dalam rekaman CCTV berdurasi singkat yang beredar luas, terlihat sebuah sepeda motor berada di bagian depan minibus putih akibat terjepit dalam kecelakaan lalu lintas.
Dua warga setempat tampak berupaya menarik dan melepaskan motor tersebut.
Baca juga: Kronologi Karyawan Bank di Tana Tidung Jadi Tersangka Dugaan Pemukulan Nasabah
Melihat kejadian tersebut, Wakapolsek Samarinda Ulu yang baru saja menyelesaikan tugas pengamanan dan kebetulan melintas di lokasi langsung turun dari kendaraannya untuk memberikan bantuan.
Berkat bantuan perwira polisi tersebut, sepeda motor akhirnya berhasil dievakuasi dari posisi terjepit.
Namun, secara tiba-tiba, seorang pria di lokasi kejadian mendekat dan melayangkan pukulan keras ke arah wajah sang Wakapolsek.
Rekaman video berakhir saat situasi di lokasi mulai memanas sesaat setelah aksi pemukulan terjadi.
Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Arie S, membenarkan insiden yang terekam dalam video viral tersebut.
Ia memastikan bahwa pria yang diduga sebagai pelaku pemukulan kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.
"Korban adalah Wakapolsek Samarinda Ulu yang saat itu sedang berada di lokasi. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan oleh tim Reskrim Polsek Samarinda Ulu untuk mendalami motif maupun latar belakang pelaku," ujar Ipda Arie, Jumat (15/8/2026).
Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi menegaskan bahwa kehadiran anggotanya di lokasi murni untuk memberikan pertolongan atas dasar tanggung jawab moral dan insting kepolisian.
"Pak Wakapolsek sebenarnya murni membantu. Tugas kepolisian memang seperti itu melihat ada orang mengalami kecelakaan, otomatis instingnya tergerak untuk turun tangan," jelasnya.
Baca juga: Anggota DPRD Balikpapan Soroti Kasus Pemukulan Guru, Yono Ingatkan Peran Orangtua Didik Etika Anak
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kondisi psikologis serta pemicu pasti aksi nekat pelaku, apakah berkaitan langsung dengan kecelakaan tersebut atau dipicu oleh permasalahan lain.
Hasil resmi akan disampaikan setelah proses pemeriksaan penyidik selesai. (*)