Ombak Malam dan Air Laut Surut, Polairud Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang Manggarai Barat
Oby Lewanmeru August 14, 2026 03:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

POS-KUPANG. COM, KUPANG - Seorang ibu hamil di Pulau Papagarang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, harus dievakuasi oleh personel Polairud Polda NTT melalui jalur laut menuju Labuan Bajo setelah mengalami pecah ketuban, Kamis (13/8/2026) malam.

Nurmala (22), warga Pulau Papagarang, dievakuasi menggunakan RIB Intercept 03 milik Ditpolairud Polda NTT setelah membutuhkan penanganan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Informasi mengenai kondisi Nurmala diterima personel Marnit Labuan Bajo Ditpolairud Polda NTT sekitar pukul 18.43 Wita dari bidan Pustu Papagarang, Nurbaya dan Ade Fitria Ningsih.

Personel kemudian bergerak menuju Pulau Papagarang. RIB Intercept 03 bertolak dari Labuan Bajo sekitar pukul 19.10 Wita.

Baca juga: Lawan Gelombang Tinggi, Ibu Hamil Desa Papagarang Dievakuasi Personel Polres Manggarai Barat 

Sekitar 26 menit kemudian, kapal tiba di perairan Pulau Papagarang. 

Namun, proses evakuasi menghadapi kendala karena air laut sedang surut sehingga RIB tidak dapat merapat langsung ke dermaga.

Nurmala akhirnya dibawa menggunakan sampan dari dermaga menuju RIB.

Dua bidan Pustu Papagarang turut mendampingi untuk memantau kondisi Nurmala selama perjalanan.

Setelah pasien berada di atas RIB, kapal kemudian bergerak kembali menuju Labuan Bajo sekitar pukul 20.10 Wita.

Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution mengatakan, kecepatan penanganan menjadi salah satu hal penting dalam kondisi darurat, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

“Setiap laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan menjadi perhatian kami. Dalam kondisi darurat seperti ini, kecepatan dan keselamatan menjadi hal yang utama,” ujar Irwan.

RIB Intercept 03 tiba di Dermaga Marina Labuan Bajo sekitar pukul 20.38 Wita.

Nurmala selanjutnya langsung dirujuk ke RSU Komodo untuk mendapatkan penanganan medis.

Irwan mengatakan, kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau membuat akses transportasi menjadi persoalan tersendiri ketika warga membutuhkan pertolongan dalam keadaan darurat.

Menurut dia, personel Polairud berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan evakuasi melalui jalur laut, termasuk warga di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo.

“Ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Polri. Kami ingin masyarakat, termasuk yang berada di pulau-pulau, merasa bahwa mereka tidak sendiri ketika menghadapi situasi darurat,” katanya.

Evakuasi Nurmala berlangsung sekitar satu jam dari keberangkatan RIB menuju Papagarang hingga tiba kembali di Labuan Bajo. Seluruh proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali. (nov)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.