Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengungkapkan harapannya agar pemerintah pusat terus memperkuat dukungan terhadap pembangunan di Provinsi Bengkulu.
Sebelumnya, pada Jumat 14 Agustus 2026 Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pemaparan kinerja dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat.
Sejumlah program strategis dari pemerintah pusat telah memberikan dampak terhadap pembangunan di Bengkulu.
Di antaranya program Sekolah Rakyat yang dibangun di dua wilayah, yakni satu lokasi di Provinsi Bengkulu dan satu lainnya di Kabupaten Kaur.
Selain itu, Bengkulu juga mendapatkan program Sekolah Garuda serta sejumlah dukungan di sektor pertanian dan infrastruktur.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah pusat agar berbagai program pembangunan dapat diarahkan ke Bengkulu.
Dukungan pemerintah pusat tersebut tidak hanya berupa satu program, tetapi tersebar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian hingga pembangunan infrastruktur.
Baca juga: Mobil Mewah di Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Tak Luput dari Penggeledahan KPK
Helmi juga mengungkapkan, Bengkulu memperoleh dukungan program pemerintah pusat dengan nilai lebih dari Rp2 triliun.
“Alhamdulillah, nanti kita sampaikan juga rilisnya. Kemarin sudah kita sampaikan, lebih dari Rp2 triliun dana program dari kementerian lembaga masuk ke sini,” ujarnya.
Angka tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap Bengkulu setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Ia menyebut efisiensi yang dilakukan terhadap anggaran daerah berada di kisaran Rp300 miliar hingga hampir Rp400 miliar.
Namun, menurut Helmi, sebagian dukungan tersebut kemudian kembali diterima masyarakat Bengkulu dalam bentuk berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat.
“Padahal kita kena efisiensi kurang lebih sampai Rp300 sekian miliar, hampir Rp400 miliar. Tapi dikembalikan dalam bentuk program lebih dari Rp2 triliun,” jelasnya.
Di sektor pertanian, Helmi menyebut Bengkulu juga mendapatkan program cetak sawah baru. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperluas lahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain pertanian dan pendidikan, dukungan pemerintah pusat juga diarahkan pada pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan dan berbagai sarana pendukung lainnya.
Terkait harapan tambahan Transfer ke Daerah (TKD), Helmi mengatakan pemerintah provinsi terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat.
Ia menyebut terdapat pula dukungan untuk sektor transportasi ke daerah.
“Kita sudah transportasi ke daerah. Kemarin ada sekitar Rp100 miliar, Bengkulu dapat kurang lebih sekitar Rp13 miliar,” katanya.
Pemprov Bengkulu akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan pembangunan dapat semakin meningkat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu.
Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan hasil kerja pemerintahannya selama 21 bulan menjabat dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Dalam laporannya, Prabowo mengakui bahwa belum seluruh persoalan bangsa dan janji kampanyenya berhasil diselesaikan.
Pengakuan tersebut disampaikan langsung di hadapan para anggota dewan dan rakyat Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa proses penyelesaian berbagai tantangan negara masih terus berjalan.
"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum," ujar Prabowo.
Meski demikian, Eks Danjen Kopassus itu memastikan pemerintahannya telah mengambil langkah-langkah penyelesaian yang signifikan.
Ia menyebut berbagai masalah menahun yang sebelumnya dinilai sangat pelik kini mulai menemukan jalan keluar.
"Tetapi dalam waktu kurang dari 2 tahun kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan dengan kerja keras didasari oleh hati yang tulus kehendak yang jelas orientasi kepada rakyat dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan," tegasnya.
Selama memimpin bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum Partai Gerindra itu berpegang pada empat pedoman utama.
Pedoman tersebut menjadi dasar pengambilan kebijakan negara semenjak pelantikan mereka pada 20 Oktober 2024.
Keempat pedoman itu mencakup ketaatan pada konstitusi, perlindungan kepentingan vital nasional, respons cepat atas kesulitan rakyat, serta kebijakan yang berorientasi pada masa depan anak cucu bangsa.
"Hal ini termasuk menjaga dan mengelola dengan sebaik-baiknya kekayaan bangsa Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan kembali komitmennya untuk memimpin secara inklusif tanpa membeda-bedakan pandangan politik. Hal ini sesuai dengan sumpah jabatan yang ia pegang teguh.
"Saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur Mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia termasuk mereka yang tidak memilih saya," ungkapnya.
Sebagai informasi, Sidang Tahunan MPRmerupakan agenda rutin kenegaraan yang diselenggarakan setiap pertengahan Agustus menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Forum ini menjadi momentum resmi bagi Presiden untuk menyampaikan pidato kenegaraan dan laporan kinerja lembaga-lembaga negara kepada publik.