SURYA.co.id, LAMONGAN – Gerakan Pramuka di Lamongan tak hanya didorong menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda.
Kawasan Waduk Gondang juga tengah disiapkan menjadi ruang baru untuk pendidikan, pelatihan, perkemahan, hingga wisata edukasi bagi anggota Pramuka.
Rencana tersebut disampaikan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Lamongan Nalikan dalam apel besar peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Alun-Alun Lamongan, Jumat (14/8/2026).
Kawasan Waduk Gondang nantinya akan dikembangkan sebagai salah satu pusat kegiatan kepramukaan di Lamongan.
Nalikan mengatakan, pemanfaatan kawasan Waduk Gondang tidak hanya untuk kegiatan perkemahan.
Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat pendidikan dan pelatihan Gerakan Pramuka sekaligus lokasi kegiatan luar ruang dan wisata edukasi.
Baca juga: Ulang Janji Jelang Hari Pramuka ke-65, Bupati Lamongan: Pramuka Harus Keren dan Tak Boleh Jadul
"Di sana akan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan Gerakan Pramuka, bumi perkemahan, sekaligus arena wisata edukasi dan kegiatan-kegiatan di dunia pendidikan," ujar Nalikan.
Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut diharapkan memperluas ruang pembinaan anggota Pramuka, khususnya melalui kegiatan yang memanfaatkan alam terbuka sebagai sarana belajar.
Apel besar HUT ke-65 Gerakan Pramuka dipimpin Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang juga menjabat Kamabicab Gerakan Pramuka Lamongan.
Dalam amanatnya, Yuhronur menekankan pentingnya peran Pramuka dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, mandiri, kreatif, dan inovatif.
Saat membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso, Yuhronur menyebut perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka telah memberikan kontribusi dalam membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, serta memiliki kecintaan terhadap Tanah Air.
"Gerakan Pramuka telah menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang berpegang teguh pada Trisatya dan Dasa Dharma," kata Yuhronur.
Peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan".
Menurut Yuhronur, tema tersebut menjadi dorongan agar kegiatan Pramuka tidak berhenti pada pembelajaran di dalam organisasi.
Pramuka diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan gagasan, menciptakan inovasi, sekaligus ikut menjawab persoalan nyata yang ada di masyarakat.
Keberadaan Pramuka juga dinilai sejalan dengan agenda Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam meningkatkan kualitas kepemudaan.
Yuhronur menyebut Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kabupaten Lamongan pada 2025 mencapai 63,50 dan berada dalam kategori baik.
Capaian tersebut, kata dia, tetap perlu ditingkatkan dengan memberikan lebih banyak ruang bagi anak muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
"Capaian ini perlu terus kita dorong dengan memberikan ruang bagi pemuda untuk mengambil peran dalam pembangunan," ujarnya.
Pemkab Lamongan telah menyiapkan sejumlah program yang menyasar pengembangan potensi pemuda.
Di antaranya Beasiswa Perintis, Generasi Emas Lamongan, Young Entrepreneur Success Lamongan, Lamongan Sehat, hingga program UMKM Naik Kelas.
Yuhronur berharap Gerakan Pramuka dapat semakin aktif menjadi bagian dari ekosistem program tersebut.
Dengan kolaborasi itu, potensi generasi muda Lamongan diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi karakter, tetapi juga mampu menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.