TRIBUNNEWS.COM - Lamborghini Temerario resmi hadir di Indonesia. Supercar penerus Huracán ini diperkenalkan melalui Prestige Image Motorcars di Jakarta pada Kamis (13/8/2026), dengan mengandalkan mesin V8 twin-turbo dan tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan hingga 920 PS.
Model tersebut menjadi Lamborghini kedua yang mengusung teknologi High Performance Electrified Vehicle (HPEV) setelah Revuelto.
Kehadiran Temerario sekaligus menandai semakin luasnya penerapan teknologi elektrifikasi pada segmen supercar berperforma tinggi.
Prestige Image Motorcars saat ini menyediakan dua unit Temerario untuk pasar Indonesia. Salah satu unit tampil dalam warna Solid Giallo Auge, sedangkan unit lainnya berkelir Eclettica Verde Citrea.
Business Representative Prestige Image Motorcars, Kevin Setiawan mengatakan Temerario yang dipasarkan di Indonesia diimpor dari Inggris sehingga spesifikasi dasarnya mengikuti versi setir kanan.
"Temerario merupakan model kedua Lamborghini yang memakai sistem elektrifikasi," ujar Kevin.
Di balik kap mesinnya, Temerario menggunakan mesin V8 twin-turbo berkapasitas 4.000 cc yang dipadukan dengan tiga motor listrik.
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga maksimum hingga 920 PS dan torsi 730 Nm. Mesin V8-nya juga mampu berputar hingga 10.000 rpm, karakteristik yang membuat Temerario tetap mempertahankan sensasi berkendara khas supercar bermesin konvensional meski telah mengadopsi elektrifikasi.
Baca juga: Wuling Panen Pesanan Aira EV di GIIAS 2026, Total SPK 3.290 Unit
Tenaga disalurkan melalui transmisi AMT 8-percepatan. Dengan konfigurasi tersebut, Temerario mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam hanya dalam 2,7 detik, sedangkan kecepatan maksimumnya mencapai 343 km per jam.
"Putaran mesin bisa mencapai 10.000 rpm yang mana berdasarkan informasi dari Lamborghini biasanya hanya ada di mobil balap," kata Kevin.
Teknologi elektrifikasi juga memberikan kemampuan berkendara dalam mode listrik. Temerario dapat menempuh jarak sekitar 10 kilometer menggunakan baterai berkapasitas 3,8 kWh.
Meski telah tersedia untuk konsumen Indonesia, harga resmi Temerario belum diumumkan secara spesifik. CEO Prestige Image Motorcars, Rudy Salim menjelaskan, harga kendaraan impor tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan harga dasar di negara asal.
Nilainya juga dipengaruhi oleh nilai tukar serta berbagai komponen pajak dan biaya impor. "Harga memang harus dihitung dari poundsterling atau euro, diganti kursnya jadi Indonesia. Lalu ditambah PIB, PPN, PPNBM, PPH dan PPN dari PPNBM," jelas Rudy.
Baca juga: VinFast Rasad, Maxi Scooter Listrik yang Desainnya Mirip Yamaha Aerox
Namun, ia memberikan gambaran mengenai posisi harga Temerario di pasar Indonesia. "Kalau lihat di marketplace kayak Revuelto mungkin Rp20 miliar ke atas, ini di bawah itu," ujarnya.
Dengan demikian, Lamborghini Temerario diposisikan dengan harga di bawah Rp20 miliar, meski angka final untuk setiap unit belum disebutkan secara terbuka.
Prestige saat ini memiliki dua unit Temerario yang dapat dibeli konsumen. Unit tambahan disebut akan menyusul, tetapi waktu kedatangannya masih bergantung pada proses pengiriman.
"Kalau sekarang itu hanya dua unit yang ready, yang ini (kuning) dan hijau. Sisanya akan datang mungkin tiga sampai enam bulan, kita tidak bisa memastikan," kata Rudy.
Baca juga: Mobil Listrik Pertama Mitsubishi ASX VR-e Bikinan Foxtron Mulai Dijual Akhir 2026
Ia juga menyebut pengiriman unit berikutnya menghadapi dinamika jalur logistik internasional.
Temerario yang dipasarkan Prestige disebut merupakan unit dari Lamborghini Jakarta sehingga konsumen memperoleh garansi pabrikan.
Secara desain, Temerario mempertahankan bahasa desain Lamborghini melalui proporsi rendah, garis tegas, kontur tajam, serta permukaan bodi yang relatif bersih.
Unit yang diperkenalkan di Jakarta menggunakan warna Solid Giallo Auge. Sementara itu, varian Eclettica Verde Citrea dijadwalkan menyusul pada akhir Agustus 2026.
Mobil ini menggunakan pelek Algareno Casted berukuran 20 inci di depan dan 21 inci di belakang dengan finishing Shiny Silver. Pelek tersebut dipadukan dengan ban Bridgestone Potenza Sport ukuran 20/21 inci.
Sistem pengereman menggunakan Rosso CCB brake calipers, sementara kaca samping dan belakang menggunakan teknologi heat-insulating glass untuk membantu menjaga kenyamanan kabin.
Di bagian belakang terdapat logo Lamborghini dengan finishing Shiny Black yang memberikan tampilan lebih modern.
Masuk ke kabin, Temerario menawarkan kombinasi karakter sporty dan kenyamanan. Kursinya menggunakan Comfort Seats Nero Ade dengan pengaturan elektrik, pemanas dan ventilasi.
Fitur lainnya mencakup Passenger Display, Parking Pack, Smartphone Interface, serta Lifting System yang dipadukan dengan Magneto-Rheological Suspension.
Lamborghini juga mempertahankan detail craftsmanship Italia melalui material interior, termasuk bordir Lamborghini Shield pada headrest serta floor mats dengan leather border dan double stitching.
Temerario melanjutkan sejarah Lamborghini di segmen V8 yang sebelumnya diisi Gallardo dan Huracán.
Gallardo mencatat penjualan 14.022 unit di 45 negara selama periode 2003–2013. Sementara keluarga Huracán telah terjual lebih dari 25.000 unit secara global sejak 2014 melalui sejumlah varian, termasuk EVO, STO, Tecnica, dan Sterrato.
Kini, Temerario membawa warisan tersebut ke era elektrifikasi. Berbeda dengan pendekatan supercar V8 generasi sebelumnya, Temerario menggabungkan mesin pembakaran internal berperforma tinggi dengan motor listrik untuk meningkatkan tenaga sekaligus respons kendaraan.
Kehadiran model ini juga menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak hanya berkembang pada kendaraan massal atau mobil listrik konvensional. Teknologi hybrid berperforma tinggi mulai menjadi bagian penting dari pengembangan supercar.
Bagi pasar Indonesia, masuknya Temerario menambah pilihan di segmen kendaraan berperforma ekstrem sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi elektrifikasi mulai merambah kelas kendaraan mewah dengan performa tinggi.