TRIBUNSTYLE.COM - Iran diduga menggunakan drone sebagai "mata" untuk membantu melacak jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat sebelum pesawat tersebut ditembak jatuh di Iran pada April tahun ini.
Dikutip dari TWZ pada Jumat (14/8/2026), taktik tersebut membuat pasukan Iran mengetahui posisi, kecepatan, dan arah pergerakan F-15E. Akibatnya, jet tempur AS hanya memiliki waktu sangat singkat untuk merespons serangan.
Menurut seorang pejabat senior militer AS yang berbicara kepada The New York Times secara anonim, Pentagon menyimpulkan bahwa drone Iran memberikan "informasi penting kepada komandan Iran yang membantu mereka menargetkan F-15E."
The New York Times melaporkan sistem pertahanan F-15E hanya memberikan peringatan sekitar setengah detik sebelum rudal yang diluncurkan dari bahu menghantam pesawat.
Baca juga: Terekspos Kelemahan Pangkalan AS hingga Bisa Ditembus Iran Meski Pakai Jet Tempur yang Sudah Berumur
Situasi semakin sulit karena F-15E tidak dilengkapi Missile Approach Warning System (MAWS) untuk mendeteksi ancaman rudal berpemandu inframerah.
Pilot akhirnya melontarkan diri dari pesawat dan berhasil diselamatkan. Namun, operasi pencarian berlangsung dalam kondisi genting dan melibatkan ratusan personel serta puluhan pesawat.
Misi ini bahkan dilaporkan menyebabkan kerugian tambahan bagi AS, termasuk hilangnya sebuah A-10 serta kerusakan sejumlah pesawat dan helikopter operasi khusus.
Laporan mengenai penggunaan drone muncul setelah pilot F-15E mengaku melihat sekumpulan drone yang menyerupai "ubur-ubur" sebelum keluar dari pesawat.
CNN melaporkan pilot menggambarkan "banyak drone yang saling terhubung dan bergerak bersamaan dengan drone yang lebih kecil di bawah drone yang lebih besar seperti kaki."
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah drone yang dilihat pilot memang bagian dari sistem yang digunakan Iran untuk melacak F-15E.
Jika laporan tersebut benar, Iran kemungkinan memanfaatkan drone sederhana sebagai sensor udara untuk mengetahui pergerakan pesawat musuh, kemudian meneruskan informasi tersebut kepada pasukan di darat.
Baca juga: Kehebatan Jet F-5 Milik Iran, Armada Tua Tapi Masih Bisa Tembus Markas AS di Kuwait, Musuh Kewalahan
Iran diketahui memiliki banyak rudal yang diluncurkan dari bahu. Senjata itu diduga ditempatkan di sejumlah wilayah yang berpotensi dilalui pesawat tempur AS dan Israel.
Dengan kombinasi drone untuk mendeteksi sasaran dan rudal darat untuk menyerang, Iran berpotensi menciptakan ancaman serius bagi jet tempur modern dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Meski begitu, sejumlah detail mengenai insiden F-15E masih belum terverifikasi secara independen. (Tribun Style)