OKH UIN Saizu Gelar Pelatihan Kepemimpinan Middle Manager bagi Tenaga Kependidikan
abduh imanulhaq August 14, 2026 06:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Tim Kerja Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) UIN Saizu Purwokerto menggelar Pelatihan Kepemimpinan Middle Manager bagi Tenaga Kependidikan di Fox Haris Hotel & Convention Banjarnegara, Kamis-Jumat (13-14/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti 31 peserta yang terdiri atas ketua tim kerja, kepala bagian (Kabag), dan kepala subbagian (Kasubag) di lingkungan UIN Saizu Purwokerto.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof Ridwan.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para tenaga kependidikan, khususnya pejabat dan pengelola unit kerja yang berada pada posisi middle manager.

Posisi tersebut dinilai memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan tugas di tingkat operasional.

Kegiatan dipandu oleh Tim Insanutama Psychological Support & Human Development dengan pendekatan active learning strategies.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti simulasi, praktik, permainan kolaboratif, refleksi kasus, hingga penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan dinamika organisasi.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi Visionary and Transformational Leadership.

Sesi ini dikemas melalui telaah leadership vision canvas, simulasi, pidato kepemimpinan, serta refleksi terhadap kasus etika BerAKHLAK.

Sesi kedua mengangkat tema High Impact Self-Leadership & Effective Communication.

Peserta diajak menelaah hasil self-assessment terkait gaya kepemimpinan dan komunikasi. Materi kemudian diperkuat melalui in-basket exercise dan simulasi komunikasi dengan berbagai situasi.

Selanjutnya, pada sesi ketiga, peserta mengikuti materi Building & Leading High Performance Teams.

Dalam sesi ini, peserta membangun kerja sama melalui team challenge kolaboratif dan mempraktikkan teknik coaching berpasangan menggunakan model GROW.

Sesi keempat membahas Creative Problem Solving and Decision Making.

Peserta menghadapi simulasi dilema organisasi kampus melalui lima kasus, menggunakan kanvas POAC, serta merumuskan gagasan digitalisasi layanan.

Sementara itu, sesi kelima mengangkat tema Conflict Management.

Peserta mengikuti asesmen gaya konflik, roleplay negosiasi, dan simulasi mediasi antarunit untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif.

Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan experiential leadership challenge melalui kegiatan teamwork and rafting.

Aktivitas tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk menguji kemampuan komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan dalam situasi yang lebih dinamis.

Kegiatan kemudian ditutup dengan Leadership Debrief dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) agar hasil pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di masing-masing unit kerja.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan turut hadir memberikan sambutan sekaligus materi kepada para peserta.

Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, dan seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan secara aktif.

Menurut Prof. Ridwan, pelatihan tersebut penting karena middle manager memiliki posisi strategis dalam organisasi.

Mereka berada di tengah dan berperan menjembatani kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan tugas oleh para pelaksana di lapangan.

Dalam paparannya yang mengangkat tema "Pencapaian dan Kebersamaan", Prof. Ridwan menegaskan bahwa kebersamaan merupakan salah satu kekuatan utama dalam mencapai tujuan organisasi.

"Kebersamaan adalah kekuatan. Dengan kebersamaan sesuatu yang berat akan menjadi ringan, sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin," ujarnya.

Dia menjelaskan, kebersamaan lahir dari kesadaran bersama bahwa setiap individu memiliki arah, tujuan, dan kepentingan yang hendak diperjuangkan bersama.

Kesadaran tersebut kemudian melahirkan komitmen untuk saling mendukung, menguatkan, dan melengkapi.

Prof. Ridwan juga menekankan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan organisasi.

Menurutnya, keberhasilan organisasi merupakan akumulasi dari keberhasilan setiap unsur dalam menjalankan perannya.

"Pencapaian besar selalu ada banyak tangan, pikiran, waktu, dan pengorbanan," katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta membangun paradigma kerja dari "AKU" menjadi "KITA".

Perubahan paradigma tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menciptakan energi baru dalam mengembangkan UIN Saizu Purwokerto.

"Dengan kebersamaan, kita menjadikan pencapaian sebagai jalan bersama. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan energi baru untuk mengembangkan UIN Saizu semakin maju," ungkapnya.

Pelatihan kepemimpinan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan selama dua hari.

Melalui RTL yang disusun setiap peserta, berbagai kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan unit kerja, peningkatan kualitas layanan, penyelesaian masalah, serta penguatan kolaborasi di lingkungan UIN Saizu.

Koordinator Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Middle Manager bagi Tenaga Kependidikan, Astuti Istikaroh, menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber, peserta, panitia, dan Tim Insanutama yang telah memandu serta mendampingi seluruh rangkaian kegiatan.

Dia berharap pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peserta dan organisasi, khususnya dalam memperkuat kualitas kepemimpinan tenaga kependidikan di lingkungan UIN Saizu Purwokerto. (***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.