Ledakan Guncang Fasilitas Amunisi Italia di Tengah Lonjakan Produksi Pertahanan Eropa
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah kebakaran yang disertai ledakan besar mengguncang pabrik amunisi di Colleferro, sekitar 50 kilometer di selatan Roma, Italia, pada Kamis (13/8/2026).
Insiden terjadi di fasilitas yang memiliki peran penting dalam produksi amunisi untuk kebutuhan pertahanan.
Baca juga: Intelijen AS Wanti-wanti Eropa, Rusia Bakal Uji Ketahanan NATO Lewat Serangan Zona Abu-Abu
Kebakaran dan ledakan diduga terjadi di area pengepresan bubuk mesiu. Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi untuk menangani insiden.
Hingga laporan ini disusun, belum tersedia informasi resmi mengenai adanya korban jiwa, jumlah korban luka, maupun penyebab pasti ledakan.
Fasilitas di Colleferro merupakan salah satu lokasi produksi amunisi KNDS Ammo Italy.
Pabrik tersebut memproduksi amunisi kaliber menengah hingga besar, mulai 25 mm hingga 155 mm.
Produk yang dihasilkan mencakup propelan, bahan peledak, sumbu, komponen logam, hulu ledak, hingga proyektil lengkap untuk kebutuhan angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara.
Fasilitas tersebut juga memiliki keterlibatan dalam produksi bahan bakar padat untuk pendorong roket yang digunakan dalam sektor kedirgantaraan.
KNDS sebelumnya memperluas kapasitas produksi amunisinya di sejumlah fasilitas Eropa di tengah meningkatnya permintaan kebutuhan pertahanan setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina.
Peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari tren industri pertahanan Eropa yang berupaya meningkatkan produksi amunisi setelah stok persenjataan negara-negara Eropa banyak terkuras akibat dukungan militer kepada Ukraina.
KNDS merupakan salah satu kelompok industri pertahanan utama Eropa.
Perusahaan ini dikenal melalui produksi berbagai sistem persenjataan, termasuk tank tempur Leopard 2 dan artileri swa-gerak Caesar.
Kelompok tersebut juga memiliki hubungan industri yang erat dengan Ukraina.
Pada 2024, KNDS mengumumkan pembentukan anak perusahaan di Ukraina untuk mendukung perbaikan peralatan militer sekaligus membuka peluang produksi bersama, termasuk amunisi artileri 155 mm.
Ledakan di Colleferro terjadi tidak lama setelah insiden serupa di sebuah fasilitas produksi amunisi di Bulgaria.
Rangkaian kecelakaan tersebut kembali menyoroti risiko keselamatan dalam industri yang menangani bahan peledak, propelan, dan komponen amunisi dalam skala besar.
Meski demikian, belum ada indikasi bahwa ledakan di Colleferro berkaitan dengan sabotase atau serangan dari luar. Penyebab insiden masih menunggu hasil penyelidikan otoritas Italia.
Investigasi diperlukan untuk menentukan sumber kebakaran, kondisi keselamatan fasilitas, serta apakah terdapat faktor teknis atau operasional yang memicu ledakan.