Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro menilai, Presiden Prabowo Subianto seharusnya mengganti menterinya yang sudah tidak mampu bekerja.
Hal ini disampaikan Agung menanggapi pidato Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR 2026 yang menyatakan bahwa banyak menterinya kelelahan sampai pingsan dan masuk rumah sakit.
"Kata Pak Presiden sudah banyak yang sakit mas, nah ternyata nggak cukup menyelesaikan masalah. Berarti harus inovatif, carilah orang-orang yang pintar, kan banyak di negeri ini, teknokrat-teknokrat ulung nah kalau saya, kalau menterinya sudah sakit akhirnya nggak mampu juga, ya di-reshuffle," ujar Agung dalam wawancara bersama Tribunnews.com pada Jumat (14/8/2026).
Agung berpandangan pidato Prabowo secara substansi memang memaparkan deretan pencapaian selama 21 bulan bekerja.
Namun, ada tiga masalah yang menurutnya masih menjadi PR berat.
Ketiganya yakni memastikan harga sembako terjangkau, penegakan kasus hukum, dan lapangan kerja.
Agung juga menyinggung pentingnya evaluasi di Badan Gizi Nasional (BGN) karena masih terjadi dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia secara khusus menyoroti penggunaan istilah biadab oleh Prabowo ketika menyindir orang yang mencuri uang di MBG.
"Menurut saya ini tamparan keras untuk beliau sekaligus peringatan kepada kepala BGN sekarang Mas Dar untuk berhati-hati termasuk jajaran di bawahnya supaya kepercayaan ini tidak dikerjakan setengah hati ataupun sesuka hati mereka," sambungnya.
Namun, Agung menyayangkan satu hal yakni terkait kasus dugaan korupsi di Kejaksaan Agung yang menurutnya terlewat disampaikan.
"Yang disentil TNI dan Polri saja, oknum-oknum yang selama ini membekingi penambangan ilegal, soal perkebunan juga, soal kasus eks Jampidsus yang memang kemarin sempat mencuat, terlewat untuk dielaborasi. Yang dielaborasi malah soal insentif hakim yang diberi sangat tinggi, Mas," pungkas Agung.