Setelah Geruduk OT Group, FPI Bakal Lanjut Aksi di Ancol Buntut Hafalan Al Quran Hadiah Miras
Rr Dewi Kartika H August 14, 2026 06:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Usai menggelar aksi protes di kantor Orang Tua (OT) Group, massa dari Front Persaudaraan Islam (FPI) DPD DKI Jakarta berencana kembali turun ke jalan dengan menggelar aksi lanjutan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Aksi di Ancol rencananya akan digelar pada Sabtu (15/8/2026) esok siang. Aksi itu masih dalam rangkaian protes terkait hafalan Alquran berhadiah miras.

"Untuk acara besok, kami akan mengadakan aksi lanjutan. Setelah di OT Group ini, kami akan mengadakan aksi lanjutan besok di Ancol," ujar Sekretaris FPI DKI Jakarta, Al Habib Hadziq bin Ali Al Hadad saat aksi di depan kantor OT Group, Jalan Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan aksi di Ancol bertujuan mendesak pengelola kawasan wisata tersebut agar lebih selektif dalam memilih dan menyelenggarakan acara.

FPI mengingatkan agar kawasan Ancol tidak dijadikan wadah bagi kegiatan yang berbau kemaksiatan maupun promosi minuman beralkohol.

Adapun acara konser musik The Sound Project tersebut yang di dalamnya terdapat sayembara hafalan Alquran berhadiah miras digelar di area Taman Impian Jaya Ancol.

"Kita akan mengadakan aksi menuntut dan meminta kepada pihak Ancol untuk lebih selektif lagi dalam memilih event yang tidak ada unsur kemaksiatan di dalamnya. 

Karena kami mengetahui bahwa Ancol ini adalah wahana wisata keluarga, bukan wahana wisata untuk ajang maksiat dengan penjualan minuman keras ataupun kumpul-kumpul hal yang berbau maksiat," tegasnya.

Habib Hadziq menegaskan pihak FPI sebenarnya mendukung berbagai aktivitas hiburan di Ancol selama koridornya tetap positif dan ramah keluarga.

"Kami senang dengan adanya kegiatan di Ancol, tapi acara-acara di Ancol harus acara-acara yang bersifat positif. Itu yang kami minta tuntutan untuk besok aksi di Ancol," tambahnya.

Sebelum merencanakan aksi ke Ancol, perwakilan FPI DPD DKI Jakarta bersama elemen Jawara dan ormas lainnya telah melakukan mediasi langsung dengan manajemen OT Group, termasuk bertemu dengan direktur operasional perusahaan.

Dalam mediasi tersebut, massa menyampaikan dua tuntutan utama.

Pertama meminta penghentian Produksi Newport. Pihak FPI meminta OT Group menghentikan seluruh produksi minuman beralkohol merek Newport atau produk sejenisnya.

Kemudian, massa juga mendesak OT Group juga menghentikan promosi miras.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.