Prabowo Mau Setiap Kopdes Ada Kliniknya, di Jateng Viral Kopdes Jadi Lapangan Bulu Tangkis
Jaisy Rahman Tohir August 14, 2026 06:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto menginginkan setiap unit Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes, ada kliniknya. Sehingga masyarakat bisa mendapat layanan kesehatan jarak jauh.

Hal itu disampaikan Prabowo saat pidato dalam Sidang Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat (14/8/2026).

"Rencana kita juga di setiap gerai koperasi merah putih akan ada klinik di mana rakyat bisa dapat kesehatan layanan melalui jarak jauh," kata Prabowo.

Prabowo juga bicara soal rencana revitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. 

"Kita akan membangun dan merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah. Setiap dari 514 kabupaten dan kota kita, harus memiliki rumah sakit yang canggih yang bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin," kata Prabowo.

Prabowo memaparkan, sebagai langkah awal, pemerintah telah mulai membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Ia mengungkapkan bahwa 22 dari 66 rumah sakit di wilayah 3T itu kini sudah mulai beroperasi melayani masyarakat.

"Kita telah membawa alat pemeriksaan jantung, CT scan, mamografi, USG, dan layanan modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke tempat-tempat yang sangat jauh," jelas Prabowo.

Viral Kopdes Jadi Lapangan Bulu Tangkis

Sementara itu, belakangan viral, sejumlaj Kopdes di Jawa Tengah disewakan menjadi lapangan bulu tangkis. Salah satunya di Desa Sikanco, Kabupaten Cilacap.

Pertandingan tersebut digelar pada 4-7 Agustus 2026 sebagai bagian dari lomba HUT RI tingkat desa.

Video singkat pertandingan badminton yang diawali dari gambar fasad gedung yang terdapat logo 'Koperasi Merah Putih desa Sikanco' itu ramai di media sosial.

Sekretaris Desa Sikanco, Atik Setiawan, mengatakan, pertandinan bulu tangkis tersebut bukan berarti mengubah Kopdes menjadi lapangan, melainkan hanya sementara dan menggunakan karpet khusus yang bisa digulung.

"Kegiatan tersebut bukan mengubah gedung koperasi jadi lapangan badminton," ujar Atik, Senin (10/8/2026), dikutip dari Kompas.com.

Kepala Dinas Koperasi (Dinkop UKM) Jawa Tengah Desy Arijani mengatakan, pemanfaatan bangunan Kopdes untuk kegiatan lain dimungkinkan selama mendapat persetujuan pihak terkait.

Terlebih bila upaya itu dilakukan untuk mendukung keberlangsungan koperasi.

"Menurut saya, ya sudah, itu bagian dari inovasi mereka supaya mereka bisa menutup biaya pengeluaran," kata Desy saat ditemui di kantornya, Rabu (12/8/2026).

Ia mencontohkan, sejumlah bangunan Kopdes masih belum sepenuhnya digunakan untuk kegiatan usaha karena unit bisnis koperasi belum berjalan optimal. Di sisi lain, bangunan yang sudah berdiri tetap menimbulkan biaya operasional, salah satunya tagihan listrik.

"Bayangkan saja kalau misalnya bayar listrik sebulan itu ada yang sampai Rp 1 juta," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.