TRIBUNBENGKULU.COM - Bupati Bogor turut buka suara soal tukang cukur di Rancabungur, Kabupaten Bogor, yang viral karena menolak untuk memasang bendera Merah Putih.
Rudy meminta semua pihak tidak memperkeruh keadaan dan tetap mendukung hal-hal yang sedang dikerjakan pemerintah.
“Kalau pun kita memang tidak bisa berbuat baik untuk satu orang, minimal jangan membuat gaduh dan mendukung apa yang sedang dikerjakan,” ujar Rudy Susmanto dikutip TribunBengkulu.com, Kamis (13/8/2026).
Rudy kemudian mengingatkan bahwa bendera Merah Putih yang berkibar saat ini tidak lepas dari perjuangan para pahlawan yang mengorbankan tenaga hingga nyawa demi kemerdekaan Indonesia.
“Kita hanya bisa menyampaikan kepada semua pihak bahwa bendera yang berkibar hari ini, di situ ada jutaan, ratusan keringat dan tetesan darah, ada nyawa para pahlawan yang memperjuangkan kita,” katanya.
Ia juga mengingatkan kembali perjuangan bangsa Indonesia sebelum akhirnya memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
“Sesulit apa pun itu, kita hari ini lebih sulit perjuangan para pahlawan kita. Berjuang tiga setengah tahun melawan Belanda, tiga tahun setengah melawan Jepang, 17 Agustus 1945 bangsa ini mendeklarasikan kemerdekaan,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, masyarakat tidak harus bisa berbuat baik kepada banyak orang sekaligus.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai dari orang-orang terdekat.
“Kalau kita tidak bisa berbuat baik untuk 100 orang, berbuat baiklah untuk 10 orang. Walaupun kita tidak bisa berbuat baik untuk semua orang, berbuat baiklah untuk satu orang,” katanya.
Rudy juga menegaskan bahwa jika seseorang tidak bisa membantu orang lain, setidaknya jangan membuat keadaan menjadi semakin gaduh.
“Walaupun kita tidak berbuat baik untuk satu orang, minimal kita tidak buat gaduh dan mendukung apa yang sedang dikerjakan, yang sedang dilaksanakan,” ujar Rudy.
Ia kemudian menyebut pemerintah pusat hingga pemerintah daerah terus bekerja bersama untuk masyarakat.
Rudy juga mengakui bahwa tidak ada pemerintah yang sempurna.
“Tentunya pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, kota semuanya bekerja sama-sama. Tidak ada yang sempurna dan kekuatan terbesar kita ada pada masyarakat yang kita miliki,” katanya.
Sebelumnya Camat Rancabungur, Dita Aprillia menegur Nurhidayat alias Abuy soal pemasangan bendera Merah Putih jelang HUT ke-81 RI.
“Besok pasang, ya?” ujar Dita kepada Abuy, dikutip TribunBengkulu.com dari unggahan akun X (twitter) @txtmedia pada Rabu (12/8/2026).
Abuy mengatakan dirinya nggak punya bendera.
Dita lalu meminta Abuy membeli bendera jika memang belum memilikinya.
“Beli dong, masa nggak sanggup,” lanjut Dita.
Percakapan kemudian berlanjut ketika seorang pria yang berada di lokasi meminta tukang cukur menjelaskan alasan dirinya belum memasang bendera.
"Abang ini kan sudah meredeka. Abang disuruh pasang bendera sama ibu Camat nggak mau, ibu Camat lho ini. Alasannya apa dulu nggak mau," ujarnya.
Tukang cukur kemudian memberikan jawaban singkat.
“Kata siapa sudah merdeka?” jawabnya.
Ucapan tersebut kemudian membuat pria itu kembali meminta penjelasan.
“Abang tadi bilang belum merdeka. Apa yang abang pikirkan belum merdeka negara ini? Coba ngomong, silakan,” katanya.
Pria tersebut kembali meminta tukang cukur menjelaskan maksud perkataannya.
“Alasan apa tadi abang belum merdeka? Alasannya dulu. Iya, alasannya dulu. Tadi belum merdeka, saya penasaran,” katanya.
Namun, pada beberapa bagian video, suara percakapan terdengar kurang jelas.
Setelah videonya viral di media sosial, Abuy sempat khawatir akan mendapat kecaman dari warganet.
Pria asal Kecamatan Pamijahan itu bahkan mengaku tidak bisa tidur karena terus memikirkan dampak dari video yang tersebar tersebut.
Abuy mengatakan dirinya takut salah berbicara sehingga justru menimbulkan persoalan baru akibat rekaman tersebut.
Ia baru mengetahui videonya viral setelah sang istri menerima pesan melalui WhatsApp.
Setelah itu, Abuy mencoba mengecek media sosial dan mendapati rekaman saat dirinya ditegur terkait pemasangan bendera telah beredar luas.
Kondisi tersebut sempat membuat Abuy merasa malu kepada istrinya.
Ia juga mengaku terus memikirkan kemungkinan reaksi negatif dari masyarakat setelah video tersebut menjadi perhatian publik.
Meski sempat tidak terima karena direkam dan videonya kemudian viral, Abuy akhirnya memilih meminta maaf dan memberikan klarifikasi terkait ucapannya "belum merdeka".
“Assalamualaikum. Saya Nur Hidayat selaku usaha pangkas rambut yang berada di Bantar Kambing. Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka,” katanya.
Keputusan tersebut diambil Abuy untuk meredakan persoalan yang telanjur ramai di media sosial.
"Padahal saya memvideokan enggak, ngeviralin enggak. Ngajelasin udah saya mah. Ya udahlah demi kebaikan aja ini mah, mengalah untuk menang lah istilahnya," tuturnya.
Abuy juga akhirnya memasang bendera merah putih di depan tempat pangkas rambutnya.
Meski demikian, ia masih mempertanyakan identitas pria yang merekam dirinya saat kejadian.
Pasalnya, pihak Kecamatan Rancabungur mengaku pria tersebut bukan petugas kecamatan.
Abuy berharap pria yang merekamnya juga memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut, termasuk dugaan intimidasi yang membuat video itu kemudian ramai di media sosial.
"Makanya kan semua netizen tuh mengecam dia kan sekarang, nyari akun dia kan udah mencoreng nama baik kecamatan juga," pungkasnya.