TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permintaan maaf terkait dugaan kasus keracunan yang dialami ratusan pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Sebanyak ratusan pelajar dari lima sekolah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti lemas dan muntah setelah menyantap menu MBG pada Kamis (13/8/2026).
Para siswa harus dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Berastagi dan Kabanjahe setelah mengalami keluhan seperti lemas hingga muntah.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Karo Antonius Ginting atas kejadian tersebut.
Baca juga: Selain Tutup 504 Dapur MBG, BGN Juga Periksa 3.000 SPPG Lainnya: Ini Urusan Nyawa Anak-anak Kita
Ia mengakui ada kekurangan dalam pelaksanaan layanan MBG di lapangan dan memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Saya minta maaf karena performa yang kurang baik dari anak buah saya di lapangan, tapi saya minta tolong Pak Bupati untuk dibantu investigasi juga," ujar Sudaryono dalam video yang diterima Jumat (14/8/2026).
Pihaknya langsung melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
Selain itu, dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dihentikan sementara atau di suspend selama proses pemeriksaan berlangsung serta kepala SPPG-nya dicopot.
"Kami berusaha untuk memperbaiki layanan," ujarnya.
Sementara itu, proses investigasi terkait menu yang dikonsumsi para siswa masih dilakukan bersama pemerintah daerah setempat untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengonfirmasi data terbaru tersebut pada Jumat (14/8/2026) dan mengungkapkan bahwa salah satu korban bahkan harus dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Kondisi mereka dilaporkan mulai membaik.
Insiden dugaan keracunan ini menimpa ratusan pelajar yang berasal dari lima sekolah, meliputi SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, SMP Negeri 3 Kabanjahe, dan SMP Swasta Bersama.
Reaksi gejala dialami para siswa sejak Kamis (13/8/2026) siang setelah menyantap makanan. Gejala yang dialami para siswa bervariasi, mulai dari lemas, muntah, gatal pada area mulut dan tangan, hingga kasus paling parah yakni sesak napas.
Berdasarkan keterangan Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Zulkarnain Barus, hidangan MBG yang dibagikan hari itu terdiri dari gulai ikan dencis, sayur kol, dan wortel, di mana menu ikan dencis diduga kuat menjadi pemicu keracunan.
Saat ini, sampel makanan tersebut telah diamankan dan sedang diteliti di laboratorium Dinas Kesehatan Sumut untuk memastikan penyebab pastinya, yang membutuhkan waktu pengujian sekitar satu hingga dua hari.
Pemerintah Provinsi Sumut dan Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait. SPPG milik Kodim tersebut melayani lebih dari 2.900 penerima manfaat.
Bobby menjelaskan bahwa masalah ini bersumber pada proses memasak sesi kedua untuk siswa, sementara sesi pertama yang dimasak tengah malam untuk ibu hamil berjalan aman.