Ngaku Resmob, Modus Komplotan Perampok Gasak Ratusan Juta dari Brankas SPBU Wonosobo
raka f pujangga August 14, 2026 08:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Polisi mengungkap kronologi dugaan perampokan di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, yang terjadi pada Minggu (9/8/2026) malam.

Aksi tersebut dilakukan dengan modus penyamaran. Salah satu pelaku disebut menyamar sebagai anggota Resmob untuk bisa masuk ke area SPBU dan mendekati petugas yang sedang berjaga.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan tersebut menggunakan mobil yang telah disiapkan dan dimodifikasi dengan skotlet hitam agar tidak mudah dikenali melalui kamera pengawas.

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Pelaku Perampokan SPBU Selokromo Wonosobo, 2 Masih Diburu

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, pelaku datang ke SPBU dengan mengenakan rompi atau jaket bertuliskan Resmob serta menggunakan wig untuk menyamarkan penampilan.

"Dia datang ke TKP, dia ketuk pintu mengaku sebagai Resmob," kata Ricky saat konferensi pers, Jumat (14/8/2026).

Pelaku kemudian mengaku hendak mengecek CCTV karena ada laporan terkait tindak pidana begal.

Dengan alasan tersebut, pelaku berhasil membuat asisten supervisor SPBU membuka pintu.

Setelah pintu dibuka dan lampu dinyalakan, korban kemudian membalikkan badan.

Saat itulah pelaku lain langsung melakukan penyekapan.

Korban kemudian dilumpuhkan dan diikat menggunakan kabel tis.

Petugas keamanan yang berada di lokasi juga menjadi sasaran para pelaku.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan senjata untuk mengancam korban, yakni senjata tajam dan airsoftgun.

Setelah berhasil menguasai situasi, pelaku kemudian menuju area penyimpanan uang dan mengambil uang ratusan juta milik SPBU.

Selain itu, perangkat CCTV berupa DVR dan harddisk juga dibawa pelaku.

Perangkat tersebut kemudian dirusak dan dibakar untuk menghilangkan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Polisi masih menemukan rekaman dari CCTV lain yang berada di sekitar SPBU.

"Aksi ini terekam CCTV di sekitar, walaupun CCTV TKP itu diambil DVR dan dibakar," ujar Ricky.

Dari rekaman CCTV tersebut, polisi mengetahui pergerakan para pelaku yang berlangsung cukup singkat.

Mereka tercatat berada di sekitar lokasi pada pukul 23.25 WIB hingga 23.37 WIB sebelum meninggalkan SPBU.

Setelah meninggalkan lokasi, para pelaku juga berupaya menghilangkan sejumlah barang bukti.

Sebagian barang bukti dibakar dan dibuang ke aliran Sungai Serayu.

Pengungkapan kasus kemudian dilakukan secara scientific oleh tim gabungan Polres Wonosobo dengan bantuan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah hingga Bareskrim Polri.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi enam orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Empat orang yang berhasil diamankan berinisial MRAP (33) dan WW alias RD (20) asal Banjarnegara, AH (37) asal Kabupaten Bantul, dan RATS (42) asal Wonosobo.

Baca juga: Dirumorkan Dalangi Perampokan Bos Konter Ambarawa, V Ternyata Sekedar  Konsumen

Sementara dua lainnya, yakni AR dan AD, masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi tersebut, termasuk mengejar dua pelaku yang masih buron. 

"Kami akan terus berupaya mengejar DPO. Pelaku sudah kami identifikasi nama-namanya, dan kami mengingatkan kepada pelaku yang masih di luar sana agar menyerahkan diri," tegasnya. (ima)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.