Mantan Wali Kota Tasikmalaya Dorong Pengelolaan Swasta di Kawasan Dadaha
ferri amiril August 14, 2026 08:20 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Kawasan Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya menjadi salah satu potensi PAD terbesar di tengah fiskal daerah yang bersumber dari pengelolaan parkir. 

Hal ini diungkapkan Mantan Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf yang menyebut, pengelolaan parkir di Dadaha harus dioptimalkan dengan baik.

Bahkan saat ini, UPTD Dadaha bersama dinas lintas sektoral tengah gencar melakukan penataan pedagang kaki lima dan area parkir.

“Potensi pendapatan dari pengelolaan parkir di kawasan Dadaha bisa mencapai sekitar Rp500.000.000," ucap Yusuf dikonfirmasi TribunPriangan.com, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, potensi ini berasal dari retribusi parkir di kawasan Dadaha yang perlu segera dibenahi dan dioptimalkan.

Baca juga: Imigrasi Tasikmalaya Nihil Penolakan Paspor Baru hingga Agustus 2026

Ia mendorong agar pengelolaan parkir di Dadaha dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui mekanisme yang jelas. 

Yusuf menyarankan agar kawasan parkir Dadaha dilengkapi sistem portal seperti pintu masuk dan keluar berbayar.

“Dengan sistem kerja sama. Tinggal pasang portal, pintu, pintu tol. Terus masyarakat yang ada di sana kasih saja kartu. Jadi mereka gratis, penduduk sana. Jangan ditarik,” ungkap Yusuf.

Alasannya, karena warga sekitar dapat diberikan kartu khusus sehingga tidak dibebani tarif parkir. Sementara pengunjung dari luar kawasan dapat dikenakan tarif sesuai ketentuan.

"Ini menjadi salah satu opsi untuk menggenjot PAD di tengah fiskal daerah. Kenapa saya bilang Dadaha potensi karena tahu betul kondisinya," kata Yusuf.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.