Dibawa Presiden ke MPR RI, Nenek Rizky Pratama Cerita Perjuangan Cucunya Menemukan Sekolah Rakyat
Randy P.F Hutagaol August 14, 2026 08:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Muhammad Rizky Pratama (13) satu diantara siswa Sekolah Rakyat Menengah Pratama (SRMP) II Medan ini diperkenalkan Presiden Prabowo ke seluruh Indonesia saat  Rapat Dengar Pidato Presiden di Gedung MPR RI,  Jumat (14/5/2026). 

Dalam Rapat tersebut, Prabowo mengenalkan Sosok Rizky sebelum menemukan sekolah rakyat sempat menjual ikan, jalan berkilo-kilo meter untuk menempuh sekolah  hingga akhirnya putus sekolah karena keadaan ekonomi. 

Berdasarkan data Tribun Medan,   Rizky ditinggal oleh kedua orang tuanya di usia empat tahun.

Kehidupan Rizky tak semudah anak remaja pada umumnya. Sejak umur 4 tahun, ia diasuh oleh kakek neneknya.

Kepada Tribun Medan, Nenek Rizky, Masita (58) tak kuasa menahan tangis merasa senang dan cukup terharu. Sebab cucunya diboyong ke Jakarta bertemu dengan Presiden Prabowo.

"Senang sekali, kemarin sempat tahu cucunya bakal diboyong, karena beberapa bulan lalu, pihak sekolah telepon suruh kita bawa Rizky ke sekolah karena mau shooting untuk dokumentasi, ternyata itulah diberi tahu, Rizky bakal dibawa ke Jakarta untuk bertemu bapak Presiden,"ucapnya kepada Tribun Medan. 

Sambil menahan tangis, Masita bercerita, Rizky merupakan anak sulung dari empat  bersaudara. 

"Rizky itu anak sulung, ada tiga adiknya berusia 2,5 dan 11 tahun. Kami tinggal di sekitaran benteng dekat Sungai Deli Jalan Young Panah Hijau, Lingkungann 9, Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan," ucapnya.

Diceritakannya,awalnya Rizky terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tak memungkinkan. Sejak putus sekolah, Rizky bekerja sebagai pencari kerang dan penjual ikan.

"Rizky putus sekolah sejak kelas enam SD. Awal sekolah pun Rizky harus berjalan puluhan KM untuk ke sekolahnya. Tapi sejak putus sekolah dia  berinisitiaf membantu kami  untuk memenuhi kebutuhan adik-adiknya," jelasnya sambil memangis. 

Dikatakannya, Rizky terpaksa putus sekolah juga karena kesal sering diejek teman-temannya lantaran telat membayar uang sekolah.

"Saya sedih  karena Rizky inj sering diejek teman-temannya karena telat bayar uang sekolah," ucapnya.

Sejak putus sekolah, Rizky mencari kerang bersama kakeknya Salamuddin (63) ke daerah pesisir di Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

"Dia juga jual ikan pakai sepeda, kalau habis ikannya dapatnya Rp 50-60 ribu. Tapi bisa juga dapat Rp 30 ribu tak menentu," ucapnya sambil menyeka air mata.

Namun, karena keinginan Rizky kuat untuk mengejar  pendidikan, Ia mendapat informasi dari langganannya tentang Sekolah Rakyat.

"Kami tahu informasi Sekolah Rakyat ini dari Rizky. Awalnya kami enggak tahu. Rizki  waktu itu pulang, dibilang si Rizki, Nek ada sekolah rakyat gratis," ucapnya.

Masita mengaku sempat  enggak  percaya dan memikirkan biaya pendidikan, jika Rizky tetap nekat sekolah. 

Namun, kata Masita selang beberapa hari, ia juga mendapat informasi Sekolah Rakyat dari tetangganya. 

"Saat itu tetangga saya bilang orang Sekolah Rakyat sedang cari siswa. Katanya semua gratis. Ini program presiden," tuturnya.

Tidak menunggu lama, Masita menyampaikan bahwa cucunya sudah putus sekolah dan ingin lanjut lagi. 

Diakuinya meski awalnya mendapat Informasi dari sang cucu,  Rizky juga sempat membatalkan keinginannya di sekolah rakyat karena takut dibully kembali.

"Akhirnya dia mau, mungkin inilah jawaban doa kami selama ini, terkabul. Ada program ini (Sekolah Rakyat), kami masukkan lah supaya dia belajar, saya bilang biar pintar," ucapnya.

Setahun sudah Rizky menimba ilmu di Sekolah Rakyat itu, sangat berpengaruh pada semangat keluarga, terutama pada cucu mereka. 

Masita mengaku semenjak Rizky masuk ke Sekolah Rakyat ada sangat banyak perubahan yang dialami, mulai dari sikap hingga kemandiriannya dalam kegiatan sehari-hari sudah sangat terlihat.

Saya bersyukur kepada Allah, kepada ibu-ibu pembina yang melatih cucu saya, tadinya dia tidak begitu tahu arah hidup, nggak memahami. Setelah dia sekolah di sini, jauh perubahannya. Dulu malas belajar, bangun tidur susah, sekarang saya lihat sudah rajin, termasuk salat, berakhlak,” tutur Masita

Diceritakannya, Rizky memiliki cita-cita menjadi Tentara. Namun cita-cita tersebut sempat dihilangkannya.

"Dulu saya menangis mengingat cita-cita dia itu, sekarang pun begitu tapi nangis bahagia. Nenek pesan sama kau, andaikata nenek nanti udah gak ada, nenek minta sama kau, walaupun jadi Tentara, kerja apapun, satu yang nenek pinta jangan kau sombong,” ucap Masita. 

Respon Bobby Soal Rizky Dibawa ke MPR RI 

Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan terima kasih kepada  Presiden Prrabowo karena telah memilih siswa dari Sumut yang diboyong ke Jakarta.

"Program yang diinisiasi bapak Ptesiden hari ini sudahh dirasakan  oleh masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Sumut. Kami ucapkan terima kasih kepada  bapak Presiden karena program yang dibuat sudah terasa  kepada masyarakat," jelasnya. 

Bobby juga mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat pembangunan infrastruktur jalan untuk anak-anak  sekolah.  

"Pertama tujuan dari Bapak Presiden itu  untuk anak-anak yang kategori keluarganya kurang mampu atau miskin ekstrem. Dan tujuannya untuk memutus mata rantai kemiskinan. Jadi kita pasti akan terus mempercepat pembangunan," jelasnya.

(Cr5/tribun medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.