TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persaingan masuk Politeknik Caltex Riau (PCR) pada tahun akademik 2026 cukup ketat. Dari 3.812 orang yang mendaftar, hanya 1.207 calon mahasiswa yang dinyatakan diterima untuk menempuh pendidikan di kampus vokasi tersebut.
Sebanyak 1.207 mahasiswa baru itu terdiri atas 1.162 mahasiswa reguler, 22 mahasiswa melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan 23 mahasiswa program magister. Dari jumlah tersebut, 150 mahasiswa mendapatkan beasiswa dari Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) dan BPDPKS.
Pelantikan mahasiswa baru kemudian digelar di Hall Gedung Serba Guna PCR, Jumat (14/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dari program sarjana dan magister secara simbolis menerima pemasangan almamater oleh Direktur PCR Dr. Erwin Setyo Nugroho, S.T., M.Eng., didampingi Ketua Senat PCR.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru PCR Tahun 2026, Figo Alimbel, S.M., M.M., mengatakan jumlah pendaftar tahun ini mengalami peningkatan. Dengan jumlah pendaftar mencapai 3.812 orang dan 1.207 yang diterima, kesempatan untuk lolos relatif terbatas.
“Artinya, hanya sekitar satu dari tiga atau empat pendaftar yang berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan di kampus ini,” kata Figo.
Mahasiswa baru PCR tahun ini juga berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Mayoritas berasal dari Provinsi Riau dengan persentase 91,54 persen, disusul Sumatera Barat 4,05 persen dan Sumatera Utara 2,21 persen.
Sisanya berasal dari sejumlah daerah lain, seperti Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Papua, Aceh, Banten, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. PCR juga menerima mahasiswa dari Mimika, Papua, serta mahasiswa internasional asal Timor-Leste.
Direktur PCR Dr. Erwin Setyo Nugroho mengatakan keberagaman asal mahasiswa tersebut menunjukkan semakin luasnya kepercayaan masyarakat terhadap PCR. Menurutnya, kampus tidak hanya dikenal oleh masyarakat di sekitar Riau, tetapi juga mulai menjadi pilihan mahasiswa dari daerah yang lebih jauh.
“Keberadaan PCR diketahui oleh yang dekat dan yang jauh. Sebenarnya tidak hanya keberadaan, namun lebih dari itu, PCR dipercaya oleh yang dekat maupun yang jauh untuk mengembangkan dan mengantarkan cita-cita mereka,” ungkapnya.
Menurut Erwin, mahasiswa baru akan menghadapi perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan transformasi digital. Kondisi tersebut membuat perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan industri.
Karena itu, PCR tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik dan keterampilan teknis. Mahasiswa juga didorong memiliki integritas, profesionalisme, kemampuan berkolaborasi, serta kemauan untuk terus belajar mengikuti perubahan.
Erwin mengatakan PCR juga akan terus memperkuat kerja sama dengan dunia industri, pemerintah, alumni, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, Ketua Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) Ir. Akson Brahmantyo mengingatkan mahasiswa baru agar tidak hanya mengejar nilai akademik selama menjalani pendidikan di PCR.
“Pertama, kuasai kompetensi. Karena dunia kerja tidak bertanya IPK. Dunia kerja bertanya: kamu bisa apa?” tegas Akson.
Ia juga meminta mahasiswa menghidupkan nilai-nilai IDEAL PCR yang terdiri dari Integrity, Dignity, Excellence, Agility, dan Loyalty. Nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.
Selain kompetensi dan karakter, Akson mendorong mahasiswa untuk mampu menciptakan dampak. Ia berharap mahasiswa tidak hanya berpikir menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menghadirkan solusi serta menjaga nama baik almamater.
“Terima kasih atas kepercayaannya. InsyaAllah tiga sampai empat tahun mendatang kami kembalikan putra-putri Bapak/Ibu sebagai lulusan yang siap kerja, siap mandiri, dan siap membanggakan keluarga dan bangsa,” ujarnya.
Pelantikan mahasiswa baru tersebut menjadi awal perjalanan 1.207 mahasiswa menjalani pendidikan di PCR. Kampus berharap para mahasiswa mampu memanfaatkan masa pendidikan untuk membangun kompetensi dan karakter sehingga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja serta memberikan kontribusi bagi masyarakat. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)