Kronologi Kebakaran 2 Hektare Lahan Jati di Nambo Kendari, Damkarmat Masih Dalami Penyebabnya
Sitti Nurmalasari August 14, 2026 09:02 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Si jago merah kembali mengamuk di wilayah pinggiran Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kurang lebih dua hektare lahan yang ditumbuhi pohon jati di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, hangus terbakar, Kamis (13/8/2026) malam.

Peristiwa ini memicu kesiapsiagaan tinggi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari setelah menerima laporan darurat dari warga setempat.

Kepala Seksi Kerja Sama dan Publikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, menjelaskan pihaknya langsung mengerahkan kekuatan penuh dari dua pos komando taktis begitu menerima informasi dari masyarakat.

"Begitu laporan masuk, personel dari Poskotik Benu-Benua dan Poasia langsung kami gerakkan ke lokasi untuk melokalisir api agar tidak semakin meluas," ujarnya, Jumat (14/8/2026).

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Kebun Jati di Tondonggeu, Damkarmat Kendari Diterjunkan Padamkan Api

Peristiwa ini bermula ketika Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari, menerima panggilan darurat melalui sambungan telepon pada pukul 18.26 Wita.

Laporan tersebut disampaikan oleh Abdul Rahman Paskur dan dikoordinasikan oleh warga setempat, yang menginformasikan adanya kepulan asap tebal dan kobaran api di area pohon jati, Jalan Poros Moramo-Kendari, RT 06/RW 03, Kelurahan Tondonggeu.

Merespons laporan tersebut, Komandan Regu Poskotik Benu-Benua, Djabir, bersama Komandan Regu Tim Poskotik Poasia, Muh Ikbal, segera memimpin pasukannya menuju titik lokasi kejadian dengan menyusuri jalur poros. 

Setibanya di lokasi pada malam hari, petugas mendapati api telah berkobar bebas.

Tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat, memperluas area kebakaran hingga menyentuh estimasi luasan sekitar dua hektare.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan 2 Bangunan Pondok Pesantren di Baubau, Mobil Istri Pemilik Ponpes Ikut Terbakar

Petugas langsung berjibaku menyemprotkan air di tengah kegelapan untuk menjinakkan amukan si jago merah.

Setelah berjuang memadamkan titik demi titik api, kerja keras petugas membuahkan hasil.

Sekitar pukul 19.57 Wita, pergerakan api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. 

Selanjutnya, petugas melakukan penyiraman menyeluruh atau tahap pendinginan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada lagi bara tersembunyi yang berpotensi memicu nyala api susulan.

Martoyo Awaluddin mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam melakukan aktivitas yang bersinggungan langsung dengan potensi api di ruang terbuka.

Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sultra, Polda Petakan 7 Titik Rawan di Bombana hingga Konsel

"Kami terus mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan sembarangan, apalagi ditinggalkan tanpa pengawasan, karena kondisi cuaca dan angin dapat membuat api cepat membesar," tegasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun laporan kerugian material yang menimpa warga sekitar akibat insiden tersebut. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.