TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah program dan rencana pemerintah dalam pidatonya terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Salah satu agenda yang terus didorong pemerintah adalah hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Program ini juga menjadi bagian dari investasi yang dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, sektor hilirisasi menyumbang 29,7 persen dari total investasi semester pertama tahun ini atau mencapai Rp 300,1 triliun.
"Hilirisasi ini ternyata dari tahun ke tahun memainkan peranan yang sangat penting. Karena kurang lebih hampir 30 persen atau tepatnya 29,7 persen investasi yang masuk itu berasal dari sektor hilirisasi yang jumlahnya mencapai Rp 300,1 triliun dan itu tumbuh 6,9 persen," tutur Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jalan Gatot Subroto Kav. 40-42 No.7, RT.7/RW.1, Senayan, Kec. Kby. Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).
Investasi hilirisasi masih didominasi sektor mineral sebesar Rp 206,5 triliun. Pemerintah juga mendorong hilirisasi di sektor perkebunan, kehutanan, serta minyak dan gas bumi karena memiliki potensi penyerapan tenaga kerja lebih besar.
Sebagai informasi, total realisasi investasi hingga semester pertama 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun.
Baca juga: Prabowo: Jumlah BUMN Terlalu Banyak, Bukan Sumber Dana bagi Penguasa
Rosan menyebut Danantara telah menjalankan proyek investasi hilirisasi dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup enam proyek di 13 daerah, kemudian dilanjutkan dengan 13 proyek tambahan.
"Yang menyangkut Danantara kita sudah melakukan kurang lebih ada 13 proyek di dalam dua tahap. Yang pertama di tahap pertama ada 6 proyek di 13 daerah, tahap kedua di 13 proyek tambahan sehingga total yang kami lakukan investasinya adalah Rp 225 triliun itu di berbagai bidang," jelasnya.
Baca juga: Prabowo: 1.000 Tambang Ilegal Ditutup, Laba PT Timah Meroket 804,6 Persen
Menteri Investasi menerangkan, bahwa nantinya perkembangan proyek tersebut dipantau melalui dashboard setiap hari. "Itunya gambarnya dan kita ini pantau secara dashboard setiap harinya sehingga kita bisa memantau perkembangannya," ucap Rosan.
Rosan menyampaikan, pemerintah juga tengah mengintegrasikan 18 kementerian dan lembaga ke dalam sistem Online Single Submission (OSS) untuk meningkatkan kepastian perizinan.
"Jadi OSS (Online Single Submission) kami mohon maaf kalau sekarang ini memang agak berat, agak lambat karena kami sedang mengintegrasikan tetapi insyaallah dengan dana yang baru saja diberikan oleh Pak Menkeu kita bisa meng-upgrade sistem OSS kita dengan AI, dengan big data dan juga dengan blockchain," ungkapnya.