Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Pangkalpinang Layani Evakuasi hingga Isi Sumur Warga
Asmadi Pandapotan Siregar August 14, 2026 09:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suara telepon masuk, laporan diteruskan, personel bersiap, kendaraan bergerak meninggalkan pos. Rutinitas tersebut menjadi keseharian petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pangkalpinang.

Dalam sehari, petugas bahkan dapat menerima belasan laporan masyarakat. Memasuki Agustus 2026, jumlah laporan disebut meningkat signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Komandan Peleton (Danton) 4 Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pangkalpinang, Khaimanja Rizki, mengatakan laporan yang diterima petugas tidak semuanya berkaitan dengan kebakaran.

"Laporan kita masuk lumayan banyak. Sampai belasan dalam satu hari bahkan pada bulan ini meningkat signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," kata Khaimanja saat ditemui Bangkapos.com, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, masyarakat selama ini masih banyak yang mengira tugas Damkar hanya datang ketika terjadi kebakaran. Padahal, kata dia, cakupan pelayanan petugas jauh lebih luas.

“Saat ini lebih banyak laporan tentang kebakaran terutama kebakaran lahan kosong dalam sehari bisa 5 sampai 7 kebakaran ada yang besar hingga mendekati rumah pemukiman ada yang lebih jauh dari pemukiman,”katanya.

“Bukan hanya tentang kebakaran. Orang pikir Damkar ini kalau tidak ada kebakaran tidak kerja. Sebenarnya salah,” ujarnya.

Khaimanja menyebut sekarang petugas juga kerap menerima laporan untuk mengisi air di sumur untuk kelurahan yang kekeringan, mengevakuasi hewan yang terjebak. Mulai dari kucing yang berada di atas atap hingga ular yang masuk ke dalam sumur.

Komandan Peleton 4 Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Pangkalpinang, Khaimanja Rizki saat menjelaskan kondisi personel dan pelayanan Damkar yang harus menangani belasan laporan masyarakat dalam sehari pada Jumat (14/08/2026).
Komandan Peleton 4 Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Pangkalpinang, Khaimanja Rizki saat menjelaskan kondisi personel dan pelayanan Damkar yang harus menangani belasan laporan masyarakat dalam sehari pada Jumat (14/08/2026). (Bangkapos.com/Erlangga)

“Untuk hari ini ada satu sumur yang meminta bantuan untuk mengisi air karena kekeringan parah serta menjadi salah satu sumber air warga sekitar,” katanya.

“Banyak sebenarnya laporan itu yang evakuasi. Kayak kucing di atas atap, tidak bisa turun. Kayak ular masuk ke dalam perigi,” tuturnya.

Bahkan, ada pula laporan yang cukup unik. Khaimanja menceritakan, petugas pernah diminta menemani seorang warga pulang setelah menonton konser karena khawatir harus pulang seorang diri menuju Sungailiat.

“Contohnya temenin pulang waktu itu habis konser. Ada orang nonton, takut pulang ke Sungailiat. Minta ditemenin Damkar untuk pulang,” ujarnya.

Permintaan tersebut tetap dilayani petugas. “Setiap laporan apa pun tetap kita layani,” tegasnya.

Bagi Khaimanja, selama permintaan tersebut masih dapat ditangani dan berkaitan dengan kebutuhan pertolongan masyarakat, petugas akan berupaya memberikan pelayanan.

“Kami akan buat dulu skala prioritas di grup yang lebih mendesak perlu ditangani terlebih dahulu,”katanya.

Personel di setiap pos masih terbatas Ketika laporan masuk, mereka harus membagi tugas.

“Masing-masing pos itu ada delapan orang yang dipimpin oleh Danton, membawahi Dandu dan personel ketika banyak laporan tentu akan bekerja jauh lebih keras dengan personel tersebut,” jelasnya.

Dengan jumlah tersebut, setiap petugas memiliki tanggung jawab yang tidak sedikit.

“Ketika laporan masuk, mereka harus membagi tugas. Ada yang bertanggung jawab terhadap kendaraan, operator atau pengemudi, peralatan, hingga petugas yang turun langsung ke lokasi,” katanya.

Komandan Peleton 4 Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Pangkalpinang, Khaimanja Rizki saat menjelaskan kondisi personel dan pelayanan Damkar yang harus menangani belasan laporan masyarakat dalam sehari pada Jumat (14/08/2026).
Komandan Peleton 4 Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Pangkalpinang, Khaimanja Rizki saat menjelaskan kondisi personel dan pelayanan Damkar yang harus menangani belasan laporan masyarakat dalam sehari pada Jumat (14/08/2026). (Bangkapos.com/Erlangga/Erlangga)

Semua Pelayanan Gratis

Khaimanja juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menghubungi Damkar ketika membutuhkan pertolongan. Sebab, pelayanan yang diberikan petugas tidak dipungut biaya.

“Pelayanan kita gratis. Tidak dipungut biaya sama sekali,” katanya.

Ia menyebut, masih ada masyarakat yang terkadang ragu meminta bantuan karena mengira akan dikenakan biaya.

“Jadi masyarakat jangan berpikir, manggil Damkar ini bayar atau tidak. Semua tidak bayar. Gratis semua pelayanannya,” ujarnya.

Menurutnya, termasuk laporan-laporan nonkebakaran yang masih dapat ditangani petugas tetap akan direspons.

Mekanisme laporan masyarakat juga sudah berjalan melalui koordinasi antara call center, pimpinan dan personel di masing-masing pos.

Ketika masyarakat menghubungi layanan Damkar, laporan akan diteruskan ke grup komunikasi internal.

“Kalau masyarakat langsung ke call center 0811 711 1822 biasanya dari call center langsung kita punya grup. Nama grupnya Grup Damkar Pangkalpinang,” jelas Khaimanja.

Di dalam grup tersebut, informasi mengenai kejadian dibagikan kepada petugas.

“Di situ di-share oleh atasan kami dari call center bahwa ada terjadi kebakaran, tolong Danton ditindaklanjuti. Di situ ada alamat, share lokasi, nomor pelapor,” katanya.

Setelah menerima informasi, Danton kemudian menentukan pos dan unit yang paling dekat dengan lokasi kejadian.

“Kalau seandainya Pinang 1 di Selindung, kami langsung putuskan dari Pos Pinang 1 yang turun,” ujarnya.

Instruksi kemudian diteruskan kepada personel di pos tersebut.

“Dari laporan itu, Danu yang menyambut untuk siapkan anggotanya berangkat ke titik lokasi,” kata Khaimanja.

Lima Unit Bisa Turun Bersamaan

Untuk laporan kebakaran besar, penanganannya berbeda. Petugas tidak menunggu situasi membesar terlebih dahulu. Jika laporan menunjukkan kebakaran cukup besar, seluruh armada dapat langsung dikerahkan.

“Kecuali kebakaran itu memang kebakaran besar, langsung otomatis lima unit turun ke lapangan,” katanya.

“Jadi tidak perlu harus satu unit turun. Langsung lima unit,” sambungnya.

Lima Pos, Satu Siaga

Untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat, Damkar Pangkalpinang saat ini telah memiliki pos pelayanan yang tersebar di sejumlah wilayah. Dari tujuh kecamatan di Kota Pangkalpinang, saat ini sudah terdapat lima kecamatan yang memiliki pos Damkar.

“Dari tujuh kecamatan, alhamdulillah sudah ada lima kecamatan yang ada pos Damkar,” ujar Khaimanja.

Kelima pos tersebut berada di beberapa sektor pelayanan. Pertama, Pos Pinangpura untuk sektor Kecamatan Bukit Intan. Kemudian Pos Sektor Gabek yang berada di wilayah Selindung atau Pos Pinang 1. Selanjutnya Pos Induk Sektor Girimaya, Pos Rusunawa Sektor Pangkalbalam, serta Pos Temberan untuk sektor Kecamatan Bukit Intan.

“Keberadaan pos tersebut menjadi bagian dari strategi Damkar untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh ketika menerima laporan,” katanya.

Sementara dua kecamatan yang belum memiliki pos Damkar tetap mendapatkan pelayanan dari pos terdekat.

“Untuk kecamatan yang belum ada pos, seperti Rangkui dan Taman Sari, tetap bisa kita cover. Untuk Rangkui bisa di-cover Pos Pinangpura yang berada di Kecamatan Bukit Intan,” katanya.

Sedangkan wilayah Taman Sari dapat dijangkau dari Pos Induk sektor Girimaya.

“Kalau untuk Taman Sari bisa di-cover dari Pos Induk sektor Girimaya,” sambungnya.

Tidak hanya kebakaran, pos-pos tersebut juga disiapkan untuk berbagai kebutuhan pelayanan masyarakat.

“Apabila ada kejadian kebakaran maupun evakuasi hewan dan lain sebagainya, kita tetap memberikan pelayanan,” ujar Khaimanja.

Jalan Jadi Kendala Utama

Di tengah tuntutan untuk memberikan respons cepat, petugas masih menghadapi satu kendala klasik, yakni kondisi lalu lintas. Mobil Damkar harus segera tiba di lokasi, tetapi tidak selalu mendapatkan akses jalan yang cukup.

“Kendala paling di jalan. Karena kita butuh response time yang cepat untuk titik kebakaran,” kata Khaimanja.

Ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memberikan jalan ketika mendengar sirene kendaraan Damkar.

“Kadang masyarakat masih kurang peduli. Kalau ada mobil Damkar, tolong minggir. Jangan menghalangi jalan mobil Damkar,” ujarnya.

Bagi petugas, beberapa menit dalam perjalanan bisa sangat menentukan, terutama ketika api sudah membesar dan berada di kawasan permukiman.

Musim Panas, Warga Diminta Waspada

Belakangan ini, laporan kebakaran juga meningkat seiring kondisi cuaca panas dan kering. Khaimanja mengatakan, salah satu wilayah yang cukup sering mengalami kejadian kebakaran adalah Kecamatan Pangkalbalam, sementara beberapa kecamatan lainnya juga mulai mengalami kejadian.

Karena itu, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya ketika membakar sampah.

“Kalau mau bakar sampah, tolong dijaga. Jangan habis kita bakar dibiarkan,” katanya.

Menurutnya, masyarakat harus memperhatikan arah angin karena api dapat dengan cepat merambat ke area lain.

“Karena kita tidak tahu arah anginnya,” ujarnya.

Hal yang sama berlaku bagi masyarakat yang melakukan pembukaan lahan.

“Kalau mau pembukaan lahan, tolong dijaga. Buatlah pembelokiran atau kumpulkan di tengah-tengah lapangan kosong dan diawasi. Pas kita membakarnya, diawasi. Jangan sampai kita tinggalkan,”katanya.

Khaimanja juga mengingatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperhatikan keamanan saat memasak.

“Buat ibu-ibu juga yang masak, tolong kompor gasnya diperhatikan. Kepala gasnya dipastikan, jangan sampai ada yang bocor,” katanya.

Meski laporan tersebut ternyata bukan kebakaran, petugas tetap meresponsnya “Selagi kita bisa mengerjakannya, kita layani,” tutup Khaimanja.(Bangkapos.com/Erlangga)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.