Dorong Praktik Estetika Medis yang Aman dan Sesuai Regulasi, PERDESTI Gelar Riau PASS 2026
M Iqbal August 14, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (PERDESTI) Cabang Riau menggelar Riau PERDESTI Aesthetic Summit & Symposium (Riau PASS) 2026 di Pekanbaru, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini menjadi wadah peningkatan kompetensi dokter sekaligus mendorong pelayanan estetika medis yang aman, berkualitas dan sesuai regulasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Hazli Fedriyanto, S.STP., M.Si, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut Pekanbaru memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tujuan health tourism karena didukung 239 klinik, 29 rumah sakit dan enam fakultas kedokteran.


Menurut Hazli, dari 239 klinik yang ada di Pekanbaru, sebanyak 67 di antaranya merupakan klinik kecantikan. Sementara secara nasional, terdapat sekitar 15 ribu dokter yang bergerak di bidang estetika. Kondisi tersebut membuat peningkatan kompetensi dokter menjadi hal penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang aman.


Hazli berharap kegiatan seperti Riau PASS dapat lebih sering digelar di Pekanbaru. Selain meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, kegiatan berskala nasional juga dinilai mampu memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, perhotelan dan perekonomian daerah melalui kedatangan peserta dari berbagai wilayah.


Ketua Umum Pengurus Pusat PERDESTI dr. Hendry Hartono, M.Kes (Est), mengatakan PERDESTI telah hadir di Indonesia selama sekitar 20 tahun. Organisasi yang sebelumnya bernama ADESTI atau Asosiasi Dokter Estetika tersebut mewadahi dokter umum yang menjalankan praktik di bidang estetika dengan mengedepankan ilmu berbasis bukti, etika profesi dan keselamatan pasien.


Hendry menjelaskan Riau PASS merupakan bagian dari pendidikan kedokteran berkelanjutan di bidang estetika. PERDESTI juga telah mendapatkan akreditasi A dari Kementerian Kesehatan sebagai institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan. Melalui kegiatan ini, dokter di Riau dan daerah sekitar tidak harus selalu ke Pulau Jawa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terbaru.


Riau PASS berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian kegiatan yang berbeda. Dua hari pertama diisi dengan simposium mengenai teori dan perkembangan estetika medis, sedangkan hari ketiga dilanjutkan dengan workshop secara langsung atau hands on. Dalam sesi tersebut, peserta dapat mempraktikkan keterampilan dengan pendampingan pembimbing.


Materi yang diberikan juga mencakup berbagai bidang estetika medis, seperti injeksi, laser dan chemical peel. Hendry memastikan produk farmasi yang digunakan dalam kegiatan telah memenuhi ketentuan dan terdaftar BPOM, sementara alat kesehatan seperti laser telah terdaftar di Kementerian Kesehatan.


Sementara itu, Ketua PERDESTI Cabang Riau dr. Moriza Lesmana, M.Biomed AAM, mengatakan perkembangan industri estetika medis di Indonesia semakin pesat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit dan perawatan diri. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti tantangan berupa praktik estetika ilegal, penggunaan produk berbahaya dan tindakan medis oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi.


Moriza menegaskan PERDESTI mendorong penguatan sinergi dengan Dinas Kesehatan dan BPOM untuk menciptakan layanan estetika medis yang aman. Kolaborasi tersebut mencakup pembinaan dan standardisasi klinik, penggunaan produk serta alat kesehatan yang legal, hingga edukasi kepada masyarakat agar mampu memilih layanan estetika yang aman dan terpercaya. Menurutnya, sinergi regulator, organisasi profesi dan masyarakat menjadi kunci membangun ekosistem estetika medis yang sehat dan berkualitas. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)


Foto bersama saat pembukaan Riau PERDESTI Aesthetic Summit & Symposium (Riau PASS) 2026 di Pekanbaru, Jumat (14/8/2026) yang digelar Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (PERDESTI) Cabang Riau menggelar Riau. (Dok: Ale

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.