Dahayu Nareswari Parlin Berani Keluar dari Zona Nyaman, Dari Modelling Jadi Duta Pariwisata Riau
M Iqbal August 14, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dunia modelling sebenarnya sudah lama menarik perhatian Dahayu Nareswari Parlin. Namun, ketertarikan itu selama bertahun-tahun hanya disimpan dalam hati. Ia belum pernah benar-benar mencoba mengikuti fashion show ataupun ajang serupa.

Hingga akhirnya sebuah kesempatan datang melalui sosialisasi pemilihan Duta Pariwisata ke sekolahnya. Dukungan dari sekolah dan keluarga membuat Dahayu yang saat itu hanya penasaran akhirnya memberanikan diri untuk mencoba.

"Sebenarnya dari kecil sudah tertarik modelling, tapi cuma dipendam. Tidak pernah ikut fashion show atau yang seperti itu. Begitu ada sosialisasi ke sekolah, sekolah mendukung dan menyuruh ikut, akhirnya saya coba," kata Dahayu kepada Tribun, Jumat (14/8/2026).

Keputusan sederhana itu ternyata membawanya pada pencapaian yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Remaja yang kini duduk di kelas XI Indonesian Creative School Pekanbaru itu berhasil menjadi pemenang Duta Pariwisata Remaja Nasional Riau 2026.

Rangkaian persiapannya dimulai sejak April. Dahayu mulai mengikuti berbagai pembinaan, membuat video profil pada Mei, hingga menjalani masa karantina yang dimulai 15 Juli 2026.

Puncaknya berlangsung pada 18 Juli 2026 di Grand Jatra Hotel Pekanbaru. Di malam grand final tersebut, Dahayu akhirnya dinobatkan sebagai pemenang dan dipercaya membawa nama Riau ke tingkat nasional.

Bagi Dahayu, proses tersebut tidak hanya menguji kemampuan tampil di depan publik, tetapi juga membentuk keberanian dan kepercayaan dirinya. Ia mengaku sebenarnya termasuk orang yang tidak suka gagal dan cenderung malas berlatih jika harus dilihat orang lain.

Di titik inilah peran sang ibu menjadi sangat besar. Sang ibu tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga ikut melatih public speaking, membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan, hingga mendesain pakaian yang dikenakan Dahayu selama mengikuti ajang tersebut.

"Yang paling berpengaruh sampai saya di titik ini mama. Mama yang melatih, menyiapkan semuanya, bahkan mendesain baju saya. Sampai mama juga ikut menangis karena melihat saya bisa sampai di sini," ujarnya.

Menariknya, Dahayu tidak datang hanya dengan kemampuan modelling. Ia juga memiliki kemampuan public speaking serta menguasai Bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin yang menjadi modal dalam menjalankan perannya sebagai duta pariwisata.

Kini, setelah menyandang gelar tersebut, Dahayu mulai mempersiapkan diri untuk membawa potensi pariwisata Riau ke panggung yang lebih luas. Ia berharap kesempatan ini sekaligus menjadi ruang baginya untuk memperkenalkan budaya dan potensi daerah kepada generasi muda maupun masyarakat yang lebih luas.

Di sisi lain, pencapaian tersebut juga menjadi bagian dari proses Dahayu membangun personal branding. Ia mengaku masih ingin meningkatkan rasa percaya dirinya, terutama dalam bidang akademik. Dari pengalaman pertamanya mengikuti ajang duta pariwisata, ia justru menemukan keberanian untuk terus mencoba hal-hal baru.

Mengulang Hafalan Alquran

Kesibukan sebagai siswi sekolah internasional sekaligus pemenang Duta Pariwisata Remaja Nasional Riau 2026 tidak membuat Dahayu Nareswari melupakan satu hal yang sudah dibangunnya sejak duduk di bangku SMP, yakni hafalan Alquran.

Dahayu pernah berhasil menghafal 11 juz Alquran ketika bersekolah di SMP Abdurrab Pekanbaru. Hingga kini, hafalan tersebut terus ia ulang agar tidak hilang meski aktivitas sekolah dan kegiatan lainnya semakin padat.

"Walaupun sekarang sekolah di sekolah internasional, saya tetap mengulang hafalan. Saya tidak mau hafalan yang sudah didapat dulu hilang begitu saja," ujarnya.

Bagi Dahayu, menjaga hafalan bukan sekadar mempertahankan sebuah pencapaian, tetapi juga bagian dari kebiasaan yang ingin terus ia bawa dalam kehidupannya.

Karena itu, di tengah aktivitas sekolah, persiapan sebagai duta dan rencana menuju tingkat nasional, ia tetap menyempatkan diri untuk murojaah.

Konsistensi tersebut menjadi sisi lain dari sosok Dahayu yang kini mulai dikenal melalui dunia modelling dan pariwisata.

Ia ingin membuktikan bahwa aktivitas di dunia luar tidak harus membuatnya meninggalkan nilai dan kebiasaan yang telah dibangun sejak kecil.

Saat ini Dahayu juga mulai memikirkan masa depannya. Ia sebelumnya bercita-cita menjadi dokter gigi, namun memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke luar negeri sekaligus mengembangkan bisnis.

Baginya, menjadi duta pariwisata bukan tujuan akhir, melainkan salah satu pengalaman yang membentuk keberanian dan membuka lebih banyak kesempatan.

Dengan berbagai pengalaman tersebut, Dahayu berharap dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

Menjadi duta, menurutnya, bukan hanya tentang tampil dan mendapatkan gelar, tetapi juga bagaimana memanfaatkan kesempatan untuk belajar, membawa nama daerah, dan memberikan pengaruh positif bagi generasi muda.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.