Pencarian Pelajar Hanyut di Batang Arau Padang Dilanjutkan Besok, Cuaca dan Penerangan Jadi Kendala
Rezi Azwar August 14, 2026 11:01 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pencarian pelajar SMP yang hanyut terbawa arus saat berenang di aliran sungai Batang Arau, Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, dilanjutkan besok, Sabtu (15/8/2026) pagi.

Diketahui sebelumnya, seorang pelajar dilaporkan hanyut saat berenang bersama temannya di aliran sungai tersebut pada Jumat (14/8/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

Usai menerima laporan tersebut, petugas kepolisian dan pihak terkait lainnya langsung mendatang lokasi kejadian.

Pantauan TribunPadang.com, pada pukul 19.08 WIB, petugas BPBD Kota Padang meminta keterangan dari sejumlah warga termasuk keluarga korban terkait hanyutnya korban.

Selain itu, sebagian petugas lainnya melakukan penyisiran di area pinggir sungai. Namun, dikarenakan debit air masih deras dan keruh, pencarian akhirnya dihentikan.

Baca juga: Keluarga Histeris Tiba di Lokasi Pelajar SMP Hanyut di Batang Arau Padang: "Pulanglah Nak"

PELAJAR HANYUT- Warga memadati lokasi pelajar hanyut di kawasan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026).
PELAJAR HANYUT- Warga memadati lokasi pelajar hanyut di kawasan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur lokasi hanyutnya korban.

Warga juga ramai mendatangi lokasi kejadian melihat secara langsung dan membantu penyisiran di pinggir aliran sungai dekat Jembatan Hildesheim yang baru saja diresmikan Pemko Padang.

Ibu korban, Ayu, terlihat tak kuasa menahan kesedihan usai mendengar kabar anaknya hanyut terseret arus sungai dan belum kunjung ditemukan.

Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pencarian akan dilanjutkan esok hari, yakni pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

"Petugas di lapangan sudah mendatangi lokasi dan menyisir pinggir sungai, namun karena kondisi cuaca dan minimnya penerangan, pencarian dilanjutkan besok sekira pukul 07.00 WIB," kata dia saat dikonfirmasi.

Kata dia, tim juga dibagi untuk menangani laporan yang masuk ke pihaknya. Laporan pertama terkait anak hanyut dan kedua perihal kapal Mentawai Fast kandas di Muaro Padang.

Baca juga: Kapal Kandas di Muaro Padang: Tim Gabungan Evakuasi Penumpang Pakai Papan dan Tali di Tengah Badai

Proses pencarian hingga evakuasi dilakukan oleh tim disaat hujan lebat yang masih mengguyur Kota Padang.

"Jadi kita bagi tim, sebagian menyisir area Sungai Batang Arau untuk mencari korban hanyut, dan tim lain mengevakuasi korban kapal kandas di Muaro Padang," tambahnya.

Sementara itu hingga pukul 21.23 WIB, di lokasi terakhir korban hanyut yang sebelumnya ramai masyarakat dan petugas gabungan, sudah sepi.

Sebelumnya keluarga korban juga sudah kembali ke rumah.

Ibu Korban: "Pulanglah Nak"

Seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) hanyut di aliran sungai Batang Arau, Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (14/8/2026).

Pihak keluarga tak kuasa menahan kesedihan begitu mendatangi lokasi kejadian, usai mendapati informasi bahwasanya korban hanyut terseret arus sungai.

Ibu korban terus menangis histeris meratapi musibah yang menimpa anaknya.

Di tengah derai air mata, ia terus memanggil nama sang anak berharap ada keajaiban.

"Mama tidak marah Jojo, pulanglah Nak," panggil sang ibunya sembari menangis terisak.

Baca juga: Breaking News Pelajar SMP Dilaporkan Hanyut Saat Berenang di Aliran Sungai Batang Arau Padang

PELAJAR HANYUT- Lokasi seorang pelajar hanyut saat berenang di aliran sungai kawasan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026).
PELAJAR HANYUT- Lokasi seorang pelajar hanyut saat berenang di aliran sungai kawasan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga dan tetangga sekitar berdatangan untuk merangkul dan menenangkan orang tua korban.

Warga berusaha memberikan penguatan agar pihak keluarga tetap tabah serta bersabar dalam menghadapi ujian berat ini.

Musibah ini terjadi saat korban berenang bersama temannya hingga hanyut terseret derasnya arus sungai Seberang Palinggam.

Laporan Awal: Korban Hanyut Saat Berenang

Berdasarkan data yang dihimpun TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 19.08 WIB, korban sempat berenang bersama empat anak lainnya di aliran Sungai Batang Arau.

Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Pasa Gadang, Kasmawati, mengatakan bahwa korban sempat berenang dengan tiga anak lainnya di aliran Sungai Batang Arau saat sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasmawati men

Baca juga: Kapal Mentawai Fast Kandas di Muaro Padang, Evakuasi Penumpang Terkendala Gelombang Besar

Namun, akibat hujan intensitas tinggi dan debit air langsung meningkat, satu orang anak hanyut.

"Jadi mereka ini berempat berenang di Sungai Batang Arau sekira pukul 17.00 WIB tadi, ketika hujan lebat turun," kata Kasmawati.

Namun, sebanyak tiga orang berhasil diselamatkan oleh warga sekitar, namun naas satu pelajar hanyut terbawa arus.

Korban merupakan pelajar di salah satu SMP di Kota Padang. Setelah hanyut, kejadian itu langsung dilaporkan ke BPBD dan pihak terkait lainnya.

"Informasi dari warga anak SMP, namanya diketahui Joshua," pungkasnya.

Sementara itu, pantauan TribunPadang.com di lapangan, tampak masyarakat sudah ramai di lokasi.

Selain itu, petugas gabungan dari BPBD, Basarnas dan lain sebagainya. 

Baca juga: Breaking News Kapal Mentawai Fast Kandas di Muaro Padang, Seorang Anak Hanyut di Batang Arau

Masyarakat tampak mengenakan jas hujan dan payung. Sedangkan kondisi arus sungai tampak tinggi dan besar.

Arus sungai juga membawa banyak sampah hingga potongan kayu kecil.

Di sisi lain, petugas gabungan tampak masih menggali informasi kepada masyarakat, keluarga dan Ketua RT 01 Pasa Gadang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.