Timnas Indonesia Dirugikan hingga Kasus Pengaturan Laos Mencuat, AFF Diminta Investigasi Wasit ASEAN Championship 2026
Arif Setiawan August 14, 2026 11:33 PM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, mendesak AFF untuk mengevaluasi kinerja wasit di ASEAN Championship 2026.

BOLASPORT.COM - Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) diminta untuk melakukan evaluasi terhadap perangkat pertandingan di ajang ASEAN Championship 2026.

Desakan tersebut diungkapkan langsung oleh pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali.

Akmal Marhali menilai ada beberapa kejanggalan di ASEAN Championship 2026.

Salah satu contohnya yakni soal wasit yang memimpin laga Singapura vs Timnas Indonesia di laga terakhir babak penyisihan Grup A ASEAN Championship 2026.

Duel ini terlaksana di Stadion Jalan Besar, Singapura, pada 7 Agustus lalu.

Kala itu, Skuad Garuda harus puas bermain seri (1-1) melawan Singapura.

Hasil ini sekaligus membuat Timnas Indonesia gagal lolos ke babak semifinal.

Kegagalan timnas Indonesia mengalahkan Singapura diwarnai dengan beberapa keputusan kontroversial.

Contohnya yakni ketika ada pemain Singapura yang memberikan backpass kepada kiper, namun sang kiper justru menangkap bola.

Baca Juga: Striker Nasib Malang Anyar Arema FC, Debut di Liga Super 2026/2027 Tertunda Akibat Cedera

"Padahal, menurut Laws of the Game, penjaga gawang tidak boleh menangkap bola jika bola sengaja ditendang oleh rekan setim."

“Jika sentuhan itu dinilai sebagai back-pass yang disengaja, Indonesia seharusnya mendapat tendangan bebas tidak langsung dari jarak sangat dekat karena kejadian ada di dalam kotak penalti Singapura.”

“Meski keputusan wasit tetap merupakan bagian dari penilaian teknis pertandingan, kontroversi itu memperkuat tuntutan agar AFF memberikan kualitas dan konsistensi perangkat pertandingan,” kata Akmal Marhali.

Sementara itu, kejanggalan ASEAN Championship 2026 tak sampai di situ.

Belum lama ini bahkan muncul kabar adanya dugaan pengaturan skor yang melibatkan Timnas Laos.

Dugaan tersebut menyeruak setelah laporan dari media Malaysia, SNE Sports.

Dalam laporannya, SNE Sports mengunggah surat dari Federasi Sepak Bola Laos (LFF) yang berisi laporan kepada pihak berwenang untuk dugaan pengaturan skor yang melibatkan pemain-pemain timnas Laos.

Surat tersebut menarik secara khusus 4 pertandingan fase grup Laos di ASEAN Championship 2026 yang mencantumkan tanggal 25 Juli, 28 Juli, 1 Agustus dan 4 Agustus 2026.

Baca Juga: Intip Kekuatan Lawan Lewat Cuplikan Video, Gabriel Mutombo Sebut Sabah FC Bukan Tim Sembarangan

Laos menderita kekalahan dalam 4 laga fase grup B masing-masing 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, 1-4 dari Filipina dan 2-7 dari Myanmar.

LFF Merujuk pada hukum Laos yang mengatur mengenai pelanggaran pada kasus olahraga dan mendesak pihak berwajib menginvestigasi situasi dugaan pengaturan tersebut, termasuk jika ada pemain yang terlibat di dalamnya.

Pengamat Sepak Bola Indonesia, Akmal Marhali, menyarankan agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) bisa lebih tegas dalam membuat aturan musim depan dengan harapan masalah penunggakan gaji Liga 1 tak terulang lagi.
WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM
Pengamat Sepak Bola Indonesia, Akmal Marhali, menyarankan agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) bisa lebih tegas dalam membuat aturan musim depan dengan harapan masalah penunggakan gaji Liga 1 tak terulang lagi.

Akmal Marhali menilai apa yang terjadi membuat integritas ASEAN Championship 2026 semakin diragukan.

Oleh karena itu, Akmal Marhali berharap AFF bisa turun tangan agar kembali mendapat kepercayaan dari pecinta sepak bola terutama yang ada di Asia Tenggara,

Namun, keduanya bertemu pada isu yang sama, yakni kepercayaan terhadap tata kelola kompetisi.

“AFF perlu merespons secara transparan dan memastikan bahwa Hyundai ASEAN Cup 2026 berlangsung jujur, kompetitif, serta mencurigakan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.