Kisah Assyfa Siswi Nunukan Tembus Paskibraka Kaltara 2026, Dipercaya Jadi 'Ibu Lurah
Cornel Dimas Satrio August 14, 2026 11:48 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Terik matahari yang menyengat di Bumi Benuanta tak pernah sanggup melunturkan semangat Assyfa Triqanaya. Siswi berusia 16 tahun asal SMAN 2 Nunukan Selatan ini rela menempuh perjalanan panjang melintasi lautan dan daratan demi menguji tekad: mengibarkan sang saka Merah Putih di tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kerja keras gadis kelahiran 2010 yang akrab disapa Syfa ini akhirnya berbuah manis. Ia resmi terpilih menjadi bagian dari Pasukan 17 Paskibraka Kaltara Tahun 2026.

Di balik balutan jilbab dan senyum ramahnya, tersimpan kisah perjuangan panjang serta kedisiplinan tinggi yang telah ia tempah sejak masih duduk di bangku SMP.

"Alhamdulillah dari SMP memang sudah punya pengalaman di Paskibra. Pas masuk SMA, ditawari ikut ekstrakulikuler Paskibra di sekolah. Lanjut latihan terus, sampai akhirnya ditawari ikut seleksi, siapa tahu lolos jadi perwakilan sekolah ke tingkat provinsi," ujar Syfa bercerita kepada TribunKaltara.com, Jumat (14/8/2026).

Latihan Maraton Sejak Subuh di Bulan Ramadan

Perjalanan Syfa menuju panggung utama Kaltara tak didapatkan secara instan. Siswi kelas 2 MIPA ini harus memeras keringat dan mengorbankan banyak waktu luangnya demi membangun ketahanan fisik yang prima.

Persiapan intensif bahkan sudah ia rintis sejak bulan Ramadan 2026 lalu. Ketika remaja sebayanya memilih kembali terlelap usai santap sahur, Syfa justru sudah mengikat tali sepatu dan berlari membelah dinginnya jalanan Nunukan.

"Persiapan seleksi provinsi ini saya lakukan sejak bulan Ramadan kemarin. Setiap selesai sahur, saya langsung lari pagi untuk membentuk fisik. Begitu mendekati seleksi tingkat kabupaten, waktu latihan makin ditambah, bahkan sering pulang sampai Magrib," kenangnya.

Baca juga: Gubernur Kaltara Kukuhkan 25 Calon Paskibraka 2026, Siap Kibarkan Merah Putih saat HUT ke-81 RI

Rentetan latihan berat itu menuntut pengorbanan yang tak sedikit. Selain waktu istirahat yang terangkas, penampilan fisiknya pun berubah akibat sengatan sinar matahari di lapangan latihan.

"Banyak hal yang harus dikorbankan, salah satunya warna kulit jadi lebih gelap (tan skin). Terus jadwal sehari-hari berubah total, waktu istirahat terpaksa dikorbankan untuk fokus latihan," tuturnya.

Dipercaya Jadi 'Ibu Lurah'

Selama menjalani pemusatan latihan di tingkat provinsi, kedewasaan dan jiwa kepemimpinan Syfa kian teruji. Tak hanya tangkas dalam Peraturan Baris Berbaris (PBB), putri bungsu H. Ismail ini bahkan mendapat kehormatan dari rekan-rekannya untuk mengemban amanah sebagai 'Ibu Lurah'—sebutan bagi sosok pengayom dan pimpinan barak peserta Paskibraka.

Peran tersebut memberinya ruang untuk belajar mengikis ego pribadi demi keutuhan kelompok.

"Kesan saya selama mengikuti pelatihan, alhamdulillah terpilih menjadi Ibu Lurah. Ini benar-benar memperluas pengalaman kepemimpinan saya, terutama soal disiplin waktu dan bagaimana membangun kekompakan tim," ungkapnya penuh rasa syukur.

Baca juga: Cerita Syallomitha Teslatu, Calon Paskibraka Tarakan yang Sempat Menangis tak Mau Potong Rambut

Kendati disibukkan dengan dinamika baris-berbaris dan disiplin semi-militer, Syfa tak pernah melepaskan impian besarnya di bidang akademis. Sebagai siswi jurusan MIPA, ia memendam cita-cita mulia untuk mengabdi di dunia kesehatan.

"Cita-cita saya ingin jadi tenaga kesehatan, insyaAllah ingin jadi dokter," pungkasnya.

Usai resmi dikukuhkan pada Jumat (14/8/2026), Syfa bersama 24 rekannya kini siap memberikan performa terbaik pada upacara pengibaran bendera HUT ke-81 RI di Lapangan Gedung Gabungan Dinas (Gadis) Tanjung Selor, 17 Agustus 2026 mendatang.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.