TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya memberikan akses pelayanan teknologi serta mengubah rumah ibadah menjadi pusat literasi digital terus diperkuat sebagai bagian dari strategi penataan daerah berbasis teknologi dan nilai spiritualitas keagamaan harian.
Melalui langkah transformatif ini, fungsi masjid diakselerasi secara komprehensif agar tidak sebatas menjadi lokasi ritual ibadah biasa, melainkan bertransformasi menjadi pusat inovasi teknologi dan pemberdayaan ekonomi umat di era disrupsi digital.
Perwujudan misi pembangunan tersebut dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel bersama organisasi siber keagamaan, Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Tangerang Selatan.
Rencana aksi ini mencakup program digitalisasi manajemen kemasjidan secara menyeluruh serta penyediaan pusat edukasi teknologi modern bagi kalangan remaja masjid.
Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin mengatakan, kegiatan pembekalan teknologi digital ini diawali dengan ibadah Subuh berjamaah di Masjid Al-Kautsar Villa Dago.
"Agenda utama ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, mempererat kebersamaan, sekaligus membangun fondasi spiritual yang kokoh di tengah masyarakat luas," ujar TB Asep Nurdin, Jumat (14/8/2026).
Asep memaparkan, penguatan literasi digital bagi santri dan remaja masjid bukan sekadar program pelengkap sektoral harian, melainkan kebutuhan dasar yang mendesak di tengah derasnya arus disinformasi dan polarisasi digital saat ini.
Generasi muda Islam dituntut bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi pasif menjadi kreator, inovator, dan penjaga moral yang tangguh di ruang siber.
“Melalui penguasaan keterampilan teknis tingkat lanjut seperti pemrograman (coding), hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), rumah ibadah diharapkan mampu menjadi titik nol lahirnya ekosistem ekonomi umat berbasis komunitas yang tangguh dan berdaya saing global,” papar Asep.
Kehadiran akademi ini dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan akses teknologi dengan menyediakan fasilitas pelatihan teknologi secara gratis dan terstruktur bagi seluruh kalangan remaja masjid di wilayah Tangerang Selatan.
Ia memandang jalinan komitmen antara birokrasi pemerintahan dan komunitas keagamaan sebagai langkah taktis yang esensial agar fungsi masjid dapat dikembangkan secara optimal demi melayani kebutuhan nyata masyarakat di era modern.
"Masjid harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Melalui digitalisasi masjid dan kehadiran GPS Digital Academy ini, kita ingin memastikan bahwa remaja masjid di Tangerang Selatan tidak hanya kuat secara akidah dan akhlak, tetapi juga cakap teknologi dan siap menghadapi era kecerdasan buatan," kata Asep.