Kantong Habitat Menurun, Strategi Konservasi Gajah Sumatra Segera Dieksekusi Pemerintah
Endra Kurniawan August 15, 2026 01:19 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi meluncurkan dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatra sebagai langkah memperkuat perlindungan populasi dan habitat satwa yang kian terancam tersebut.

Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kantor Kemenhut, Jakarta, Rabu (12/8/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Gajah Sedunia (World Elephant Day).

Menhut Raja Juli Antoni menegaskan, SRAK harus menjadi pedoman kerja yang benar-benar dieksekusi di lapangan, bukan sekadar berakhir sebagai dokumen di atas kertas.

Urgensi penguatan rencana aksi ini didasari oleh penyusutan drastis kantong habitat gajah di Indonesia, yang sebelumnya tercatat sebanyak 42 kantong kini tersisa 21 kantong.

“Kita bareng-bareng kawal nih, supaya dia tidak menjadi dokumen yang hanya bersifat teoritis, tapi ini executable ya. Bisa dieksekusi di bawah, konsisten, istiqomah ya, untuk menjalankan strategi ini. Terus kita bekerjasama demi memperbaiki populasi ini, populasi dan habitat Gajah Sumatra dan Kalimantan,” ujar Raja Juli, dikutip dari laman Kemenhut.

Lebih lanjut, Menhut menjelaskan bahwa upaya konservasi gajah mendapat dukungan penuh dan komitmen konkret dari Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu dibuktikan melalui inisiasi proyek Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh serta diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Percepatan Perlindungan dan Penyelamatan Populasi serta Habitat Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan.

“Bapak Presiden Prabowo beliau punya pesan yang sama dengan kita, saya merasa sangat konkret sekali terutama untuk gajah ini ya. Pertama ada inisiatif di Peusangan Aceh ya, yang sudah berjalan dengan teman-teman WWF luar biasa."

"Kemudian dalam perjalanannya kita minta Inpres, terbit Inpres ini, beliau sangat mendukung,” ungkapnya.

Baca juga:  Hari Gajah Sedunia 2026: Ancaman Terbesar Gajah Sumatra Bukan Gading, Melainkan Hilangnya Hutan

LANGKAH KONSERVASI GAJAH - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meresmikan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan Tahun 2026–2036 bertepatan dengan peringatan Hari Gajah Sedunia (World Elephant Day), Rabu (12/8/2026). Dokumen ini menjadi pedoman bersama dalam upaya penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatra dan gajah Kalimantan untuk 10 tahun ke depan.
LANGKAH KONSERVASI GAJAH - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meresmikan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan Tahun 2026–2036 bertepatan dengan peringatan Hari Gajah Sedunia (World Elephant Day), Rabu (12/8/2026). Dokumen ini menjadi pedoman bersama dalam upaya penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatra dan gajah Kalimantan untuk 10 tahun ke depan. (Tribunnews.com/Dok. Kemenhut)

Penanganan Konflik Manusia dan Gajah

Selain penguatan regulasi, pemerintah juga mendorong langkah taktis penanganan konflik antara manusia dan gajah di tingkat lokal.

Salah satu wujud nyatanya dilakukan di kawasan Way Kambas, Lampung, melalui pembangunan pagar sepanjang lebih dari 100 kilometer untuk meminimalisasi kerugian material pada lahan sawah dan perkebunan warga, sekaligus mencegah jatuhnya korban jiwa.

Raja Juli menambahkan bahwa keberhasilan penerapan SRAK membutuhkan sinergi erat dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, korporasi, NGO, hingga para pegiat lingkungan.

Sinergi ini diharapkan dapat memulihkan ekosistem dan populasi Gajah Sumatra secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.