Sopir Taksi Online Jadi Korban Perampokan, Ditemukan Tewas Terikat di Kebun Tebu Hamparan Perak
Adi Suhendi August 15, 2026 01:19 AM

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Riyan Alamsyah (25), driver taksi online menjadi korban perampokan disertai pembunuhan Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi terikat di di kebun tebu, Desa Bulu Cina, Hamparan Perak, Kamis (13/8/2026) malam.

Saat ditemukan jasad korban dalam posisi terlentang mengenakan celana pendek biru kaos putih.

Kemudian kedua kaki korban dalam keadaan terikat serta terdapat sejumlah luka memar di tubuh dan wajah diduga akibat tindakan penganiayaan.

Korban pertama kali ditemukan seorang warga yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak.

Tak Balas Pesan Ibu

Kakak kandung korban, Iqbaal Mudhawar (29) mengungkap, korban meninggalkan rumahnya di Jalan Banten Baru, Gaperta Ujung, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan Sumatera Utara pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB untuk mengambil orderan penumpang.

Namun hingga pagi, korban tak kunjung pulang ke rumah dan tidak merespons pesan singkat yang dikirim ibunya sejak pukul 06.00 WIB.

Dua telepon seluler (handphone) milik korban, yakni Android dan iPhone tidak aktif saat dihubungi.

"Biasanya mama selalu kirim pesan menanyakan keberadaan adik saya, tapi pagi itu sama sekali tidak dibaca dari kedua HP yang dia pegang," ujar Iqbaal saat ditemui Tribun Medan di RS Bhayangkara Medan, Jumat (14/8/2026).

Baca juga: Sosok 2 Tersangka Perampokan Bos Konter HP Candra Waskito, Bunuh Korban Pakai Palu, Ini Modusnya

Sekitar pukul 08.00 WIB, keluarga berupaya melacak posisi korban memanfaatkan sinyal GPS yang terpasang di telepon selulernya.

Pelacakan awal menunjukkan posisi HP Android korban berada di kawasan Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.

Iqbaal sempat melakukan penyisiran di lokasi selama tiga jam, namun tidak membuahkan hasil.

Pencarian berlanjut pada sore hari setelah HP iPhone korban terdeteksi aktif melalui pelacakan peta di kawasan Jalan Asahan dan Kafe Marine, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.

"Saya bersama bapak turun menyisir kawasan Belawan hingga malam hari. Kami sempat bertanya ke warga sekitar, namun terkesan ada yang ditutup-tutupi," jelasnya.

Baca juga: Motif Pembunuhan Wanita di Cirebon, Oknum PNS Rencanakan Perampokan dan Jual Perhiasan

Saat sedang beristirahat di sebuah minimarket setelah melakukan penyisiran di Belawan, pihak keluarga mendapat kabar duka dari rekan ayahnya melalui unggahan media sosial Facebook.

Kabar tersebut mengonfirmasi bahwa jasad Riyan telah ditemukan di area perkebunan tebu Bulu Cina dengan kondisi kedua kaki terikat dan terdapat bekas jeratan di leher.

Iqbaal mengaku heran dengan temuan tiga titik lokasi yang berbeda antara keberadaan jasad korban dan sinyal kedua ponsel adiknya.

"Mayat adik saya ditemukan di Bulu Cina, HP iPhone terdeteksi di Kafe Marine Belawan, sedangkan HP Android terdeteksi di kawasan Pelabuhan Belawan," ungkap Iqbaal.

Selain kedua unit ponsel yang hilang, satu unit mobil operasional korban merk Daihatsu Ayla warna putih dengan nomor polisi BK 1740 ADR hingga kini juga belum ditemukan keberadaannya.

Setelah polisi menerima laporan penemuan mayat, aparat bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi.

Pelaku Ditangkap Polisi

Hanya dalam hitungan jam, polisi pun dikabarkan menangkap dua pelakunya.

Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan  Tim Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut.

Berdasarkan video yang beredar, penangkapan dilakukan langsung Kasubdit III Jatanras Polda Sumut, Kompol Jama Kita Purba.

Ia bersama beberapa personel lainnya terlihat memberhentikan mobil Honda Brio berwarna kuning, yang diduga milik korban di tengah jalan raya.

Mengenakan rompi bertuliskan 'Reserse' mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan tampak berusaha menangkap terduga pelaku dari dalam mobil.

Terduga pelaku yang belum diketahui perannya tampak seperti kebingungan, dan enggan keluar dari mobil.

Alhasil, upaya paksa dilakukan Polisi agar pria berkaus putih keluar dari mobil.

Informasi yang didapat, yang ditangkap tersebut diduga merupakan penadah atau yang membeli mobil milik korban dari terduga pelaku utama, usai perampokan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan mengatakan akan memastikan lagi ke Ditreskrimum Polda Sumut.

"Saya tanyakan dulu, ya," kata Kombes Ferry.

(Tribunmedan.com/ Fredy Santoso/ Haikal Faried Hermawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.