TRIBUNNEWS.COM - Nama Sujiwo, Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, sedang hangat diperbincangkan.
Semua tidak lepas dari beredarnya video viral sang adik Sugiarto diduga melakukan pemukulan kepada tenaga medis (nakes) di IGD RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya, pada Sabtu (8/8/2026) lalu.
Aksi kekerasan itu bermula saat Sugiarto membawa Iin Sumirat (adik ipar Sujiwo) ke rumah sakit karena mengalami gangguan di jantung.
Sesampainya di ruang IGD, ketegangan terjadi setelah Sugiarto diduga tetap berada di ruang resusitasi meski diminta keluar, hingga akhirnya memukul sekuriti berinisial HE dan dokter berinisial WE.
Sujiwo dengan tegas mengecam aksi kekerasan terhadap nakes.
Menurutnya, sebagai keluarga Bupati Kubu Raya, sang adik seharunya menjaga nama baik.
“Harusnya kalau keluarga saya, mereka harus selalu menjaga saya, memberikan motivasi kepada saya."
"Termasuk orang yang merasa dekat dengan saya, mereka harus menjaga, memotivasi saya, menjaga nama baik saya, bukan sebaliknya,” tegas Sujiwo, dikutip dari keterangan yang diunggah di akun Instgaram pribadinya @sujiwo99, Sabtu (15/8/2026).
Sujiwo menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib serta meminta korban segera membuat laporan ke polisi.
Meski menjadi orang nomor satu di Kubu Raya, dirinya memastikan tidak akan ikut campur.
Baca juga: Sosok Joko Petani dari Ngawi Jatim yang Dikenalkan Prabowo di Sidang Tahunan, Panen 3 Kali Setahun
"Saya mengutuk, mengecam, dan tidak mentorelir, membenarkan kejadian itu. Negara kita negara hukum, yang keberatan tidak terima silahkan lapor saya tidak menghalang-halangi. Siapa yang berbuat harus bertanggjawab," imbuhnya.
Sujiwo dalam kesempatannya juga memberikan tanggapa soal desakan mundur dari jabatannya buntut ulang sang adik. Pada dasarnya, dirinya siap mundur jika masyarakat memintanya.
"Saya diminta untuk mundur. Lah bagi saya itu jabatan itu amanah dari Tuhan. Kepercayaan dari rakyat."
"Dan saya ini kan pelayan rakyat. Ketika rakyat sudah tidak berkenan saya layani karena peristiwa ini, bagi saya tidak ada masalah (mundur), saya ikhlas untuk menyerahkan jabatan itu," tandasnya.
Dirangkum dari infopemilu.kpu.go.id, Sujiwo merupakan politikus PDI Perjuangan yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, periode 2019-2024.
Sujiwo lahir di Medan pada 5 September 1969.
Ia menempuh pendidikan hingga jenjang magister dengan meraih gelar Magister Sosiologi dari Fakultas FISIP Universitas Tanjungpura pada 2020.
Sebelumnya, Sujiwo menyelesaikan pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi pada 2005.
Ia juga tercatat pernah menempuh pendidikan di Akademi Sekretari Manajemen Indonesia (ASMI) Pontianak.
Karier politik Sujiwo telah dimulai sejak 1999.
Ia pernah menjadi Ketua Departemen PDI Perjuangan Kabupaten Pontianak, kemudian dipercaya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pontianak pada 2000-2005.
Pada 2005-2007, Sujiwo menjabat Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat.
Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di PDI Perjuangan Kabupaten Kubu Raya hingga dipercaya menjadi Ketua DPC pada 2010-2015.
Selain aktif di partai politik, Sujiwo juga terlibat dalam berbagai organisasi.
Baca juga: Sosok MR alias Bos Gendut, Gembong Narkoba Kampung Bahari Jakut Ditangkap BNN, Punya Aset Rp39,9 M
Ia pernah menjadi Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Kalimantan Barat, Ketua PERBAKIN Kabupaten Kubu Raya, serta Ketua Pengurus Provinsi Tarung Derajat Kalbar.
Sujiwo juga tercatat pernah menjadi Ketua GMNI Kabupaten Pontianak, Pembina IPJI Kalbar, Ketua Dewan Kehormatan PATRI Provinsi Kalbar, Pembina Pencak Silat Pagar Nusa Kabupaten Kubu Raya, serta Mustasyar PCNU Kabupaten Kubu Raya.
Dalam pemerintahan daerah, Sujiwo menjabat sebagai Wakil Bupati Kubu Raya periode 2019-2024.
Pada Pilkada 2024, ia kembali maju menjadi calon Bupati Kubu Raya dengan menggandeng wakilnya Sukiryanto.
Pada akhirnya Sujiwo-Sukiryanto (Jikir) berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kubu Raya 2024 dengan perolehan suara terbanyak, yaitu 161.901 suara
Hasil ini menempatkan mereka unggul dari dua pasangan calon lainnya. Pasangan nomor urut 3, Rusman Ali-Muhammad Fachri, berada di posisi kedua dengan perolehan 136.329 suara, sementara pasangan nomor urut 1, Rosalina-Marijan, meraih 19.043 suara.
Sujiwo memiliki harta sebanyak Rp.20.277.259.786 yang dia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2023.
Berikut rincian lengkapnya:
Tanah Dan Bangunan Rp. 12.295.000.000
1. Tanah Seluas 22.000 M2 Di Kab / Kota Pontianak, Rp. 245.000.000
2. Tanah Dan Bangunan Seluas 274 M2/120 M2 Di Kab / Kota Pontianak, Hasil Sendiri Rp. 2.900.000.000 3. Tanah Dan Bangunan Seluas 339 M2/60 M2 Di Kab / Kota
Pontianak, Hasil Sendiri Rp. 1.900.000.000
4. Tanah Dan Bangunan Seluas 123 M2/107 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 1.400.000.000
5. Tanah Seluas 209 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 1.200.000.000
6. Tanah Seluas 210 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 300.000.000
7. Tanah Seluas 210 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 300.000.000
8. Tanah Seluas 210 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 450.000.000
9. Tanah Seluas 226 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 850.000.000
10. Tanah Seluas 15.177 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 90.000.000
11. Tanah Seluas 15.177 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 90.000.000
12. Tanah Seluas 15.177 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 90.000.000
13. Tanah Seluas 15.177 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 90.000.000
14. Tanah Seluas 164 M2 Di Kab / Kota Kota Pontianak , Hasil Sendiri Rp. 2.250.000.000
15. Tanah Seluas 11.700 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 35.000.000
16. Tanah Seluas 11.800 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 35.000.000
17. Tanah Seluas 11.600 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 35.000.000
18. Tanah Seluas 11.500 M2 Di Kab / Kota Kubu Raya, Hasil Sendiri Rp. 35.000.000
Baca juga: Profil Imam Rifai, Camat Tayu Pati yang Didemo Gegara Larang Sound Horeg, Hartanya Rp2 Miliar
Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 150.000.000
1. Mobil, Toyota Camry Sedan Tahun 2012, Hasil Sendiri Rp. 150.000.000
Harta Bergerak Lainnya Rp. 872.520.000
Surat Berharga Rp. 150.000.000
Kas Dan Setara Kas Rp. 7.294.551.085
Harta Lainnya Rp. 1.317.545.278
Sub Total Rp. 22.079.616.363
Utang Rp. 1.802.356.577
Total Harta Kekayaan Rp. 20.277.259.786
(Tribunnews.com/Endra)