Prabowo Ungkap Kinerja Danantara: Hemat Rp50 Triliun hingga Laba BUMN Naik Signifikan
Endra Kurniawan August 15, 2026 05:35 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkap perampingan jumlah BUMN yang dilakukan oleh Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia membuahkan penghematan lebih dari Rp50 triliun, hingga laba sejumlah perusahaan BUMN yang naik signifikan.

Penghematan tersebut berasal dari sejumlah komponen biaya, seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan, serta perjalanan dinas yang kerap dilakukan di perusahaan pelat merah.

"Jadi, saudara-saudara sekalian, untuk itu, saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dari data yang dijabarkan Prabowo, perusahaan yang alami kenaikan laba signifikan di antaranya PT Timah yang naik 804,7 persen, Pupuk Indonesia (naik 253 persen), Semen Indonesia (196,5 persen), Pegadaian (84,6 persen), Pertamina (80 persen), Pelindo (60,4 persen), BTN (40,8 persen), dan Bank Mandiri (24,3 persen).

Selain itu, tercatat pula perputaran dari dua BUMN yang sebelumnya merugi seperti Krakatau Steel dan Kimia Farma. Keduanya kini telah membukukan laba.

Baca juga: NasDem Respons Prabowo Naikkan Gaji Hakim 280 Persen: Kesejahteraan Harus Sejalan dengan Integritas

Menanggapi ini, analis komunikasi politik Hendri Satrio menyebut peran penting Danantara tak hanya sekadar membangkitkan kinerja BUMN, tetapi juga telah mengembalikan optimisme terhadap pengelolaan dana investasi. 

"Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang. Minimal di periode pertama pemerintahan presiden Prabowo dan sangat mungkin akan diteruskan di masa depan mengingat peran penting dan strategis yang saat ini dijalani oleh Danantara," kata Hensat, Jumat.

Respons Wakil Ketua Komisi VI DPR

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyebut perbaikan kinerja BUMN tersebut sebagai hasil dari sejumlah perubahan mendasar dalam pengelolaan BUMN di bawah Danantara. 

"Itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada," ujar Andre di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, capaian ini juga menjadi hasil dari kerja - kerja kemitraan Komisi VI DPR dengan Danantara seperti pengurangan BUMN, sehingga semakin efektif dan efisien.

"Yang ketiga, membenahi bagaimana meningkatkan kinerja. Dan ini dasarnya adalah perubahan undang-undang BUMN yang kita lakukan yang menghadirkan Danantara dan juga perubahan keduanya untuk lebih menyempurnakan kinerja. Saya sangat senang bahwa Presiden mengapresiasi kinerja Danantara yang bermitra dengan kami di Komisi VI DPR RI," kata Andre.

Bamsoet: Reformasi BUMN adalah Langkah Berani

Terpisah, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai reformasi BUMN merupakan langkah berani dan penting untuk memperbaiki kinerja perusahaan negara. Menurutnya, masih terdapat sejumlah BUMN yang tidak produktif sehingga berpotensi membebani keuangan negara.

Bamsoet menegaskan, BUMN ke depan harus diisi oleh perusahaan yang sehat, dikelola secara profesional, produktif, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Reformasi BUMN merupakan langkah yang berani dan penting karena terlalu banyak perusahaan negara yang tidak produktif justru dapat membebani keuangan negara. BUMN harus diisi oleh perusahaan yang sehat, profesional, produktif dan mampu menciptakan nilai tambah,” kata Bambang.

Baca juga: Prabowo Tak Singgung Kasus Eks Jampidsus Febrie dalam Pidatonya, Bivitri: Karena Memalukan Buat Dia

Ia menambahkan, proses restrukturisasi BUMN harus dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Hal tersebut penting agar reformasi yang dilakukan tidak sekadar melakukan penataan perusahaan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional dan penerimaan negara.

“Namun, restrukturisasi juga harus dijalankan secara transparan, akuntabel dan profesional agar tujuan akhirnya benar-benar meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian dan penerimaan negara,” ucap dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.