Kostum debut Olimpia bertanda tangan milik Tim Payne memicu perang penawaran, dengan nilai tawaran melampaui $3.200 tak lama setelah dilelang. Bek Selandia Baru itu menjadi sensasi global di media sosial saat Piala Dunia 2026, dan bek sayap berusia 32 tahun tersebut kini terus menikmati gelombang popularitas luar biasa bersama raksasa Paraguay itu.
Kostum Payne memanaskan lelang
Jersey debut bertanda tangan milik bek Selandia Baru, Payne, memicu persaingan penawaran yang sengit, dengan tawaran menembus lebih dari $3.200 dalam lelang daring resmi yang digelar klub besar Paraguay, Olimpia. Bek sayap senior itu menandatangani kontrak berdurasi satu tahun di Asuncion pada Juni, mengakhiri kebersamaan tujuh tahunnya dengan Wellington Phoenix. Saat menjalani debut pada 2 Agustus melawan Rubio Nu, Payne langsung merebut hati pendukung tuan rumah setelah mencetak gol hanya beberapa menit usai masuk dari bangku cadangan dalam kemenangan telak 5-0.
Kostum didedikasikan untuk Olimpistas
Lonjakan popularitas sang bek bermula ketika influencer Argentina Valen Scarsini, yang dikenal sebagai El Scarso, mencari pemain “paling tidak dikenal” di Piala Dunia 2026 dan menggerakkan jutaan pengikutnya untuk mendukung Payne. Kampanye viral itu membuat jumlah pengikut Instagram-nya melonjak dari kurang dari 5.000 menjadi lebih dari 5,4 juta hanya dalam hitungan hari.
Dalam video resmi klub untuk mempromosikan lelang kostum debut bersejarah tersebut, Payne berkata: “Saya tahu persis apa artinya mengenakan garis-garis ini dan bermain dengan kostum ini, dan karena itu saya ingin memberikannya kepada seorang Olimpista sejati.”
Dari anonimitas menuju ketenaran
Payne menghabiskan sebagian besar karier bermainnya jauh dari sorotan utama sepak bola dunia, termasuk periode dua tahun di Blackburn Rovers ketika persoalan izin kerja membuatnya tidak pernah tampil dalam laga kompetitif. Meski tawaran saat ini masih jauh di bawah rekor $7.8 million yang diperoleh satu set jersey Piala Dunia 2022 milik Lionel Messi di Sotheby's pada Desember 2023, tingginya minat terhadap kostum Payne menegaskan lonjakan luar biasa bagi seorang pemain yang beberapa bulan lalu nyaris tidak dikenal di seluruh dunia.
Petualangan di Paraguay kini dimulai
Olimpia dan Payne kini sepenuhnya mengalihkan fokus untuk menjaga momentum di kompetisi domestik setelah awal musim yang sangat meyakinkan. Pemain internasional Selandia Baru itu menghadapi tantangan untuk membuktikan kualitas teknisnya di lapangan dari pekan ke pekan, bukan sekadar menumpang gelombang popularitas internet. Kemampuannya beradaptasi secara mulus dengan tuntutan fisik dan intensitas sepak bola Amerika Selatan akan sangat menentukan untuk mengukuhkan tempatnya bersama kekuatan besar Asuncion itu sepanjang musim 2026-27.