Gempa M7,7 dari Flores Menggetarkan Sulawesi, Warga Barru dan Makassar Rasakan
AS Kambie August 15, 2026 07:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Pagi belum sepenuhnya terang ketika bumi berguncang dari Flores. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB.

Berdasarkan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Lokasinya tercatat pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. (BMKG)

Gempa ini bukan sekadar mengguncang Flores. Getarannya terasa hingga sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar dan Barru.

BMKG kemudian memperbarui peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra). (BMKG)

Di Makassar, kabar gempa datang bersamaan dengan pagi yang baru dimulai. Bagi sebagian warga, guncangan dari Flores mengingatkan bahwa jarak geografis tidak selalu berarti jarak dari risiko.

Flores berada jauh dari Makassar. Namun laut dan struktur geologi tidak mengenal batas administrasi.

Karena itu, yang penting setelah gempa bukan sekadar bertanya seberapa kuat bumi berguncang, tetapi seberapa siap masyarakat merespons informasi kebencanaan.

Peringatan tsunami adalah peringatan untuk waspada, bukan alasan untuk panik. Masyarakat di wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan perlu mengikuti informasi resmi BMKG dan arahan pemerintah daerah.

Pagi itu, bumi Flores mengguncang. Pesannya sampai ke Sulawesi: bencana bisa datang dari jauh, tetapi kesiapsiagaan harus dimulai dari dekat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.