Tribunlampung.co.id, NTT - Gempa magnitudo 7,7 guncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga: Cemburu Buta, Istri Nekat Tebas Alat Vital Suami yang Tidur Pulas saat Mabuk
Ratusan warga Dusun Fata, Desa Wodamude, berhamburan keluar rumah karena merasakan guncangan gempa yang berpusat di wilayah Kabupaten Nagekeo.
Warga khawatir terjadi gempa susulan hingga tsunami.
Warga berlarian di jalanan dan meninggalkan rumah kemudian berkumpul di kawasan Goa Maria yang berada tidak jauh dari permukiman.
"Kami panik sekali," kata Cidewi, salah satu warga, Sabtu.
Cidewi mengatakan guncangan gempa terasa sangat kuat.
Ia juga mengaku beberapa kali merasakan gempa susulan setelah gempa utama.
"Sampai sekarang mungkin sudah 20 kali gempa susulan," ucapnya.
Warga lainnya, Igis Senda (35), mengatakan guncangan gempa terasa sangat kuat hingga membuat sejumlah benda di dalam rumah bergetar.
"Gempanya besar sekali, atap rumah, jendela, kursi, tempat tidur bergetar," ujarnya.
Menurut Igis, warga masih panik karena terus merasakan getaran gempa susulan.
"Kami di sini kan dekat dengan laut makanya warga itu panik sekali tadi takut tsunami," katanya.
Gempa bermagnitudo 7,7 terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, (15/8/2026).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami.
"Ada potensi Tsunami dan ada gempa susulan," kata Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria Patrica Seran.
BMKG awalnya mencatat bahwa gempa pertama kali terasa pukul 05.58 WITA dengan magnitudo 7,0.
Namun dari hasil pemutakhiran data gempa tercatat bermagnitudo 7,7.
Gempa berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa 30 km arah Timur Laut di kedalaman di 15 km.
"Pemutakhirannya 7,7 sr," kata Maria.
BMKG juga telah mengeluarkan rekomendasi evakuasi kepada pemerintah daerah.
Titik siaga yakni di Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Sikka bagian utara, Ende bagian Utara.
Termasuk di wilayah Sulawesi dan Selayar.
Sumber: Kompas.com