BANJARMASINPOST.CO.ID- Aroma khas rempah-rempah tercium jelas, dari dalam botol mungil, kemasan hair oil ciptaan Hartati.
Ramuan penumbuh rambut tersebut tercipta dari keinginan perempuan yang akrab disapa Tati, untuk mengatasi masalah bentuk alis yang kurang tebal.
Awalnya warga Martapura, Kabupaten Banjar tersebut sempat menjajal berbagai produk komersial di pasaran. Sayangnya, alih-alih mendapatkan hasil yang diinginkan, ia justru mendapati kulit bagian alis terasa panas dan mengalami kemerahan akibat iritasi bahan kimia.
Pengalaman tidak menyenangkan inilah yang menggerakkannya untuk mencari alternatif ramuan yang ramah di kulit dan bebas efek samping.
"Karena ada latar belakang Ilmu Kesehatan Masyarakat, saya mulai mencari solusi di beberapa jurnal ilmiah," kata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tersebut.
Baca juga: Inovasi Arsani Mengangkat Kopi Gula Aren dan Herbal Lokal Jadi Produk Unggulan Desa Teratau Tabalong
Setelah melalui berhari-hari ‘bersama’ jurnal ilmiah, Tati akhirnya berhasil memadukan delapan bahan alami pilihan ke dalam satu formula, yaitu minyak kelapa, minyak jarak (castor oil), rosemary, fenugreek (rempah asal India), rosella, cengkeh, daun kelor dan jintan hitam (habbatussauda).
Setelah melalui proses ekstraksi seluruh bahan-bahan pilihan itu menghasilkan cairan minyak, dengan tekstur yang lembut.
"Karena tidak mengandung bahan kimia, hair oil saya ini tidak menyebabkan iritasi ketika diaplikasikan ke kulit kepala," ujarnya.
Tantangan sempat dirasakan Tati yang juga peserta Program Rocket Acceleration 2026, kolaborasi Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dan Yayasan Indonesia Setara ini, saat pertama kali mencari fenugreek, rempah asal India di pasaran lokal.
Beruntung hal itu tak berlangsung lama, sebab kini kecanggihan era digital telah memudahkannya menemukan bahan baku tersebut, melalui toko online.
Setelah formula ini teruji aman dan memberikan perubahan signifikan pada dirinya sendiri, Tati mulai memberanikan diri membagikan hasil racikannya kepada rekan-rekan terdekat.
Dari sanalah produknya mulai beredar. Melalui fitur Instagram Story, ia secara transparan mendokumentasikan proses riset, ulasan tekstur minyak, hingga testimoni jujur dari para pengguna.
Postingan tersebut membuat peminat ramuan rambut olahan Tati membludak dari mulut ke mulut.
"Bahkan, para dosen saya juga jadi pelanggan," jelasnya.
Dengan percaya diri, Tati mengklaim hair oil miliknya memiliki khasiat yang terbukti mampu mengatasi kerontokan, ketombe, kebotakan dengan jaminan tanpa meninggalkan rasa gatal atau kemerahan.
Karena khasiat tersebut, bebarapa pembeli ujar Tati tidak segan-segan memborong tiga sampai empat botol sekaligus, untuk persediaan jangka panjang.
Guna menjaga kualitas dan kesegaran setiap tetes minyaknya, Tati menerapkan sistem Pre-Order (PO).
Satu botol kemasan eksklusif racikannya ini dibanderol dengan harga yang sangat ramah di kantong, yakni Rp 35 ribu.
"Produk ini juga sudah mengantongi legalitas resmi Nomor Induk Berusaha (NIB)," jelas Tati.
Selanjutnya Tati berencana mengembangkan pemasaran produknya tersebut, dengan menggandeng pabrik kosmetik (sistem maklon).
Baca juga: Edukasi Warga Kitano, Mahasiswa Profesi Ners ULM 2024 Ajarkan Terapi Herbal Atasi Batuk Pilek
Tujuannya agar produk racikan tangannya ini dapat diproduksi dalam skala massal dan mengantongi izin edar resmi BPOM.
"Supaya bisa bersanding di etalase toko-toko kosmetik ternama. Tapi sekarang masih terkendala modal, karena untuk maklon ini biayanya cukup lumayan," ungkapnya.
Membanggakan lagi produknya sempat dipuji Sandiana Uno saat Rocket Entrepreneur’s Day YABN 2026, sebuah kegiatan yang mendorong lahirnya generasi muda inovatif dan berdaya saing melalui pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)