SRIPOKU.COM, PALEMBANG— Kabar baik bagi masyarakat Sumatera Selatan. Ruas Tol Palembang-Betung ditargetkan sudah dapat difungsionalkan pada Desember 2026 sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat saat arus Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Target tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru usai bertemu jajaran PT Hutama Karya (Persero) di Griya Agung, Jumat (14/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Herman Deru membahas percepatan pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung hingga Jambi bersama pihak Hutama Karya.
"Sudah fix, kita yakin Palembang-Betung itu di Desember ini sudah fungsional," kata Herman Deru.
Menurut Deru, ruas Palembang-Betung sebenarnya sudah dapat digunakan secara situasional ketika terjadi kemacetan di jalur utama.
Namun, pemerintah menginginkan ruas tersebut dapat benar-benar difungsionalkan dan dimanfaatkan secara lebih optimal, terutama menghadapi peningkatan arus kendaraan saat Nataru.
"Sekarang pun sebenarnya sudah difungsionalkan ketika macet. Tapi kita ingin ini fungsional dan terus sudah bisa digunakan nanti, uji cobanya saat Nataru," ujarnya.
Deru mengatakan, pembangunan ruas Betung-Bayung Lencir hingga Jambi masih menghadapi persoalan penyelesaian lahan.
Terdapat sekitar 35 kilometer kawasan hutan yang telah ditetapkan lokasinya untuk menjadi bagian dari aset jalan tol.
Persoalan yang masih harus diselesaikan terutama berkaitan dengan tanaman tumbuh milik masyarakat.
Deru menegaskan, penyelesaian lahan harus tetap memperhatikan hak masyarakat dan tidak boleh merugikan warga.
"35 kilometer itu penyelesaian masalah tanam tumbuh. Tapi rakyat tidak boleh dirugikan, harus ganti yang setara," tegasnya.
Ia memperkirakan konektivitas jalan tol dari Lampung hingga Jambi secara keseluruhan dapat terselesaikan pada 2028.
Direktur Operasional III PT Hutama Karya (Persero) Iwan Hermawan mengatakan, pihaknya memiliki visi yang sama dengan Pemprov Sumsel untuk mempercepat penyelesaian pembangunan ruas Palembang-Betung hingga Jambi.
"Kita satu visi bahwa dua ruas ini harus kita selesaikan sesegera mungkin," kata Iwan.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pembangunan, khususnya terkait penyelesaian kawasan hutan.
Namun, persoalan tersebut terus diupayakan penyelesaiannya melalui komunikasi antara Hutama Karya, Pemprov Sumsel, pemerintah daerah dan jajaran terkait.
"Yang jelas komunikasi yang intensif antara kami, HK, dengan Pemprov, Pemda, dengan Pak Asisten I, itu bisa segera kita selesaikan," ujarnya.
Untuk ruas Palembang-Betung, Iwan menyebut progres pembangunan secara keseluruhan sudah hampir selesai.
Hanya saja, masih terdapat beberapa bagian yang membutuhkan waktu untuk proses settlement atau penurunan dan pemadatan tanah.
"Untuk Palembang-Betung ini secara main route overall kita sudah hampir selesai. Hanya ada beberapa bagian yang masih perlu waktu untuk settlement tanahnya," jelasnya.
Iwan memastikan jalur utama Palembang-Betung diharapkan sudah dapat dilalui kendaraan secara fungsional pada akhir 2026, khususnya saat arus Nataru.
Sementara itu, pembangunan ruas Betung-Jambi masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya terkait kawasan hutan.
Hutama Karya menargetkan ruas tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2027.
"Kalau untuk Betung-Jambi, karena tadi masih ada beberapa kendala, di kawasan hutan, mungkin di akhir tahun depan kita selesaikan," ujarnya.
Saat ini sejumlah pekerjaan masih berlangsung, termasuk perkerasan jalan dan penyelesaian pada beberapa titik.
Di kawasan Keramasan, misalnya, masih dilakukan pekerjaan menggunakan teknologi vakum yang membutuhkan waktu untuk proses settlement tanah.
Selain itu, terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan pada jalan akses. Meski demikian, secara keseluruhan progres pembangunan ruas Tol Palembang-Betung disebut sudah mendekati tahap akhir.