TRIBUN-MEDAN.com - Kasus keracunan ratusan siswa Kecamatan Berastagi dan Kabanjahe Kabupaten Karo, Sumatera Utara jadi sorotan.
Mereka mengalami mual, muntah dan kejang Makan Bergizi Gratis (MBG).
Semula dikabarkan ada 255 siswa yang mengalami korban keracunan.
Kini, jumlah bertambah menjadi 353 siswa.
Ratusan siswa dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Berastagi dan Kabanjahe.
Di antaranya ada pula yang dirawat di Medan.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permintaan maaf terkait dugaan kasus keracunan yang dialami ratusan pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Ratusan siswa dari lima sekolah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti lemas dan muntah setelah menyantap menu MBG pada Kamis (13/8/2026).
Para siswa harus dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Berastagi dan Kabanjahe setelah mengalami keluhan seperti lemas hingga muntah.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Karo Antonius Ginting atas kejadian tersebut.
Ia mengakui ada kekurangan dalam pelaksanaan layanan MBG di lapangan dan memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Saya minta maaf karena performa yang kurang baik dari anak buah saya di lapangan, tapi saya minta tolong Pak Bupati untuk dibantu investigasi juga," ujar Sudaryono dalam video yang diterima Jumat (14/8/2026).
Pihaknya langsung melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
Selain itu, dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dihentikan sementara atau di suspend selama proses pemeriksaan berlangsung serta kepala SPPG-nya dicopot.
"Kami berusaha untuk memperbaiki layanan," ujarnya. Sementara itu, proses investigasi terkait menu yang dikonsumsi para siswa masih dilakukan bersama pemerintah daerah setempat untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan ratusan siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ditutup.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut T Agung Kurniawan mengatakan, SPPG itu bernama SPPG Berastagi Sempajaya
"Untuk pemeriksaan lanjutan nanti akan disampaikan setelah hasil lab sampel makanan yang diduga keracunan keluar," jelasnya.
Disinggung berapa lama, penutupan SPPG, Agung tak menjawab secara gamblang.
Baca juga: SPPG Ditutup Akibat Keracunan Ratusan Siswa di Berastagi, Kepala BGN Sumut: Tidak Semua Milik Kodim
Namun dari surat yang beredar penutupan tersebut akan berlangsung selama 30 hari.
"Jadi untuk SPPG memang benar di lingkungan Kodim, tapi tidak semua milik Kodim. Yang jelas SPPG ini bukan di bawah naungan kodim," jelasnya.
Diketahui, ratusan siswa dari 5 sekolah di Kabupaten Karo diduga terkena keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Baca juga: Penyebab Kebakaran di Binjai Timur dalam Penyelidikan, 6 Rumah Ludes Terbakar
5 sekolah itu terdiri dari 3 SMA Negeri, dan 2 SMP Swasta.
Untuk total siswa SMA yang diduga terkena racun MBG berjumlah 265 Siswa.
Adapun siswa yang diduga keracunan MBG dari SMA Negeri 1 Karo, SMK Swasta Bersama dan SMA Swasta Bersama.
Sementara Untuk SMP nya terdiri dari SMP Negeri 3 Kaban Jahe dan SMP Swasta Bersama.
Baca juga: Update Siswa Keracunan MBG di Berastagi, Korban Trauma tak Mau Lagi Diberi MBG, BGN Minta Maaf
Kejadian siswa keracunan itu dimulai pukul 13.00 WIB.
Setelah mereka menyantap MBG.
Untuk kondisi SPPG yang menangani MBG ini adalah milik Kodim.
Baca juga: Update Siswa Keracunan MBG di Berastagi, Korban Trauma tak Mau Lagi Diberi MBG, BGN Minta Maaf
Total siswa di Karo diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah jadi 353 siswa.
Siswa di Karo yang diduga keracunan MBG bertambah menjadi 353 siswa.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan berdasarkan data terbaru, jumlah total siswa yang diduga keracunan MBG sebanyak 353 siswa.
Satu di antaranya dirawat di ruang ICU rumah sakit Medan.
Bobby Nasution menjelaskan, saat ini SPPG Sumut tersebut sudah diberi sanksi suspend ditutup sementara.
Baca juga: Kabar Tangkap Lepas Bandar Narkoba 86 Rp 1 Miliar, Berikut Penjelasan Polres Tanjungbalai
"Ya ini kejadian fatal yang terdampak pada anak anak kita.
Ada 353 siswa. Reaksinya mungkin ada yang langsung atau saat jam belajar sampai tadi malam bertambah (jumlah siswanya).
Namun ada satu yang dirujuk ke Medan dan masuk ICU tapi, saat ini kondisinya sudah membaik,"jelasnya, Jumat (14/5/2026).
Dikatakannya, saat ini untuk sampel makanan yang diduga membuat siswa keracunan sudah dibawa dan sedang diuji di laboratorium Dinkes Sumut.
"Makananan yang dikonsumsi sudah dibawa ke lab. Hasil lab belum keluar, bahasa medisnya ada waktu satu hari atau dua hari," ucapnya.
Bobby menegaskan, hanya ada satu SPPG yang ditutup sementara.
Karena siswa yang diduga keracunan ini, makan MBG di SPPG yang sama.
Baca juga: Gempa Flores Mag 7,7 Pagi Tadi, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah, BMKG Imbau Warga Jauhi Pantai
"Ada satu SPPG saja. Dan ini SPPG nya besar ya. Ada 2900 lebih penerima manfaatnya. Dan ini sistem masaknya 2
(Cr5/tribun-medan.com/Tribunnews.com)