Marc Marquez Dibela Pengamat, Ducati Dituding Beri Setelan Motor Terburuk di Silverstone
Agung Kurniawan August 15, 2026 10:33 AM

DUCATI.COM
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, melakukan selebrasi setelah memenangi balapan MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring, Minggu (12/7/2026).

BOLASPORT.COM - Marc Marquez mendapatkan sebuah pembelaan dari pengamat usai tak bisa meraih podium MotoGP Inggris 2026.

Sebuah hasil kurang memuaskan didapatkan oleh Marc Marquez saat membuka persaingan di paruh kedua MotoGP 2026 di Silverstone, Inggris.

Andalan tim pabrikan Ducati tersebut menuntaskan seri ke-12 itu dengan merengkuh finis di posisi ke-7 usai start dari urutan ke-6.

Dalam balapan selama 20 lap itu, Marquez sejatinya sempat merangsek ke zona podium sebelum kecepatan motornya mulai menurun.

Peraih 7 gelar juara dunia kelas utama itu akhirnya harus mengakui keunggulan pasukan Aprilia yang menyapu bersih podium yang ada.

Jorge Martin dan Marco Bezzecchi yang bertindak sebagai tulang punggung pabrikan asal Noale, Italia itu finis di posisi ke-2 dan 3.

Sedangkan untuk pemenang menjadi milik Raul Fernandez yang membela tim satelit Aprilia, Trackhouse MotoGP Team.

Dengan hasil ini, Marquez harus bekerja keras untuk tetap menjaga peluangnya mempertahankan gelar juara dunia pada musim ini.

Sepak terjang si Alien selama menjalani balapan MotoGP Inggris 2026 turut mengundang perhatian dari Carlo Pernat.

Pengamat MotoGP asal Italia itu menilai hasil kurang memuaskan Marquez di GP Inggris terjadi karena dia tidak menemukan setelan yang mumpuni.

Pernat bahkan menyebut Marquez menjadi pembalap Ducati dengan set-up terburuk untuk motornya saat balapan di lintasan sepanjang 5,9 kilometer itu.

Pandangan Pernat cukup beralasan jika menilik hasil yang didapatkan penunggang motor Ducati lainnya yang lebih baik.

Adalah Alex Marquez yang melaju bersama tim Gresini Racing dan Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team yang finis di posisi ke-4 dan 6.

"Pengaturannya adalah yang terburuk dari semua pembalap Ducati," kata Pernat, dilansir BolaSport.com dari laman Motosan.

Lebih lanjut, mantan manajer Valentino Rossi itu tak menutup mata bahwa Marquez masih menjadi rider terbaik saat ini.

Akan tetapi, bakat yang dimiliki tak cukup membawanya melejit di Silverstone karena ada sesuatu yang tidak berjalan baik dengan motornya.

"Bukannya Marquez adalah pembalap terburuk, saya akan mengatakan dia yang terbaik, jadi ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik," ucap Pernat.

Dalam kesempatan yang sama, Pernat juga menilai saat ini Marquez tampil lebih berhati-hati di mana hal itu terlihat dari jumlah crash yang dia alami mulai menurun.

Hal itu cukup wajar mengingat sosok yang identik dengan nomor 93 tersebut memiliki riwayat panjang dengan cedera yang fatal.

Tampil dengan hati-hati dan meminimalkan risiko yang ada menjadi jalan yang realistis bagi Marquez agar kariernya bisa bertahan lebih lama.

"Marquez tentu tidak ingin mengalami kecelakaan seperti dulu, sekarang dia hanya mengalami 3 atau 4 crash, tapi bukan karena dia lebih baik," ucap Pernat.

"Jika dia terlibat dalam persaingan besar, dia berisiko tidak akan pernah balapan lagi," tuturnya menambahkan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.