TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Sorong masa bakti 2025–2030, Junita Linda Kamuru, memimpin kolaborasi organisasi perempuan dalam menyukseskan Pagelaran Kita Nusantara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Acara puncak digelar di Malak Ballroom, Aimas Convention Center (ACC), Kabupaten Sorong, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan melibatkan Pokja Bunda PAUD, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sorong.
Kegiatan tersebut menghadirkan ruang edukasi, kreativitas, seni dan budaya bagi anak-anak sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang generasi penerus.
Dalam sambutannya, Junita Linda Kamuru mengatakan peringatan HAN dan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk mengingat bahwa anak merupakan amanah Tuhan sekaligus bagian penting dari masa depan bangsa.
Mengusung tema “Anak Bahagia, Indonesia Jaya”, ia menilai pembangunan generasi tidak cukup hanya melalui kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan anak yang sehat, cerdas, kreatif dan percaya diri.
“Membahagiakan anak-anak bukan hanya kewajiban orang tua, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” ujar Junita.
Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak yang hadir agar berani memiliki cita-cita, tekun belajar serta menghormati orang tua dan guru.
“Jangan takut bermimpi, mimpi itu gratis. Kalian kelak akan menjadi penerus bangsa, menjadi guru, dokter, tentara, bupati, menteri, bahkan presiden Republik Indonesia. Indonesia yang hebat di masa depan dimulai dari anak-anak yang hebat di masa sekarang,” katanya.
Pagelaran Kita Nusantara diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan perlombaan yang melibatkan anak-anak maupun organisasi perempuan.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah panggung boneka pertama di Kabupaten Sorong yang dihadiri lebih dari 1.500 anak dari jenjang kelompok bermain, PAUD, TK hingga SD.
Kegiatan tersebut dilengkapi dengan sesi dongeng interaktif yang dirancang untuk memberikan hiburan sekaligus pesan edukatif kepada anak-anak.
Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, Wagub Ahmad Nausrau Ajak Semua Pihak Lindungi Masa Depan Anak Papua
Baca juga: Menjaga Masa Depan Puncak, Ny. Sujatinah: Momen Hari Anak Nasional 2026 Menciptakan Generasi Emas
Selain itu, panitia menggelar Lomba Stand Up Comedy yang diikuti 57 siswa jenjang SMP dan SMA.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi dan rasa percaya diri.
Kemudian, Lomba Fashion Show Wastra Batik Papua turut memeriahkan rangkaian kegiatan dengan menampilkan karya 33 peserta yang merupakan perwakilan ibu-ibu dari berbagai organisasi perempuan dan gereja.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, seperti permainan alat musik ukulele, tari kreasi Nusantara serta penampilan bakat dari siswa TK Pertiwi, TK Pembina, TK Papua Cerdas hingga PKK Distrik Mariat.
Bupati Sorong, Johny Kamuru, yang hadir sekaligus menutup rangkaian kegiatan, memberikan apresiasi kepada Junita Linda Kamuru bersama seluruh organisasi perempuan, tenaga pendidik, orang tua dan pihak yang telah terlibat.
Menurutnya, kegiatan yang memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi melalui seni, kreativitas dan budaya memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Melalui ruang kreativitas, seni dan budaya seperti ini, kita tidak hanya mendukung tumbuh kembang anak, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri, nilai kebangsaan dan semangat kebhinekaan sejak dini di Kabupaten Sorong,” ujar Johny.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan mendukung perkembangan anak.
Pagelaran Kita Nusantara pun menjadi momentum bahwa perayaan Hari Anak Nasional dan kemerdekaan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal budaya, mengembangkan potensi diri, membangun rasa percaya diri serta menumbuhkan semangat persatuan sejak dini. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)