SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah menyusul kualitas udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan Pemkot terus berupaya menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk dalam beberapa hari terakhir.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah pencemaran udara, terutama membakar sampah maupun lahan.
"Kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat Kota Palembang untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperparah kondisi yang ada, dengan tidak membakar sampah dan lahan," kata Ratu Dewa kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Jumat (14/8/2026).
Selain itu, warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih.
"Dalam hal beraktifitas di luar kota, kami berharap masyarakat dapat menjaga kesehatan masing-masing, dengan banyak mengonsumsi air minum," ujarnya.
Ratu Dewa juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan, terlebih saat ini terdapat berbagai kegiatan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bagi warga yang kondisi tubuhnya sedang tidak fit, ia menyarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
"Dalam hal kondisi yang lagi tidak fit, diharapkan masyarakat untuk dapat menggunakan masker untuk mencegah kondisi yang semakin memburuk," katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang Akhmad Mustain menyampaikan imbauan serupa.
Ia meminta seluruh lapisan masyarakat menghentikan aktivitas yang berpotensi memperburuk kualitas udara, termasuk pembakaran sampah dan lahan.
"Tentunya atas nama Pemerintah Kota Palembang, DLH kami berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas yang menyebabkan kondisi semakin buruk, salah satunya adalah dengan membakar sampah atau membakar lahan," kata Akhmad.
Menurutnya, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga harus memperhatikan kondisi kesehatan.
Ia mengimbau warga memperbanyak minum air putih dan menggunakan masker apabila mulai merasakan gejala gangguan kesehatan.
"Selain itu kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dalam beraktivitas di luar tentunya tetap menjaga kesehatan, salah satunya adalah dengan banyak-banyak mengonsumsi air minum. Dan jika memang sudah terasa ada gejala sakit yang dirasakan, tentunya penggunaan masker jauh lebih baik untuk mencegah kondisi semakin parah," ujarnya.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di Palembang pada Jumat (14/8/2026) sebenarnya menunjukkan tren membaik dibandingkan sehari sebelumnya.
Namun, kualitas udara masih berada dalam kategori "Tidak Sehat".
Data di Kecamatan Bukit Kecil, Simpang Icon City, pada Jumat pukul 10.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2,5 mencapai 115 µg/m⊃3;.
Angka tersebut menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 138 µg/m⊃3;.
Sementara itu, parameter lainnya tercatat PM10 sebesar 28 µg/m⊃3;, SO2 sebesar 15 µg/m⊃3;, karbon monoksida (CO) 13 µg/m⊃3;, O3 sebesar 23 µg/m⊃3; dan NO2 sebesar 28 µg/m⊃3;.
Kondisi kualitas udara tersebut diduga kuat berkaitan dengan Karhutla yang terjadi di wilayah sekitar Palembang.