TRIBUNNEWS.COM - Sejak mengalahkan Thailand pada Piala AFF 2012, timnas Singapura belum pernah lagi menaklukkan raksasa ASEAN tersebut. Keduanya akan bertemu di panggung semifinal Piala AFF 2026 yang akan berlangsung di Stadion Jalan Besar pada Sabtu (15/8/2026) pukul 20.00 WIB.
Pada Piala AFF 2012, Singapura berhasil merengkuh trofi meski kalah 1-0 dari Thailand pada leg kedua final. Singapura sebelumnya menang 3-1 pada leg pertama sehingga keluar sebagai juara dengan agregat 3-2.
Kemenangan terakhir sekaligus gelar terakhir bagi Singapura yang kemudian mengalami kemerosotan secara performa hingga kesulitan berjuang untuk mencapai babak semifinal.
Namun dua tahun terakhir, Singapura bangkit secara bertahap dan fokus pada proses menuju hasil.
Pelatih asal Jepang, Tsutomu Ogura ditunjuk sebagai pelatih pada Februari 2024. Ia meletakkan fondasi permainan yang agresif, berenergi, dan berani menguasai bola, sebelum akhirnya digantikan oleh Gavin Lee pada 2025.
Gavin Lee kemudian menyempurnakan filosofi Tsutomu Ogura dengan pendekatan disiplin standar tinggi.
Kombinasi tersebut perlahan membuahkan hasil positif dalam perjalanan Singapura.
Dari akhir tahun 2025 hingga saat ini, Gavin Lee sukses membawa timnya meraih 6 kemenangan, 3 hasil imbang, dan hanya sekali kalah.
Ia juga berhasil membawa Singapura lolos ke babak semifinal dengan catatan tanpa terkalahkan dengan mengumpulkan 8 poin.
Singapura di bawah arahan Gavin Lee kemudian dikenal karena memiliki kedisiplinan taktik, mentalitas pemain yang meningkat, hingga konsistensi fisik yang tinggi saat pertandingan sudah memasuki menit akhir.
Kini, saat dihadapkan dengan tantangan melawan Thailand dan rekor buruk yang membayangi Singapura, Gavin Lee tidak ingin melihat ke belakang.
Angka dan pencapaian yang telah berlangsung selama satu dekade terakhir hanya gambaran yang harus diperbaiki dengan penuh tanggung jawab.
"Bagi kami, itu hanya memberi tahu gambaran tantangan yan dapat kami harapkan, dan pada akhirnya satu-satu angka yang kami fokuskan adalah sangka satu untuk laga berikutnya, yaitu pertandingan selanjutnya, dan itulah tanggung jawab kami sekarang," kata Gavin Lee dikutip dari ASEAN United.
"Kami bertanggung jawab atas pertandingan besok dan semua pertandingan selanjutnya di depan kami."
"Maka yang bisa kami lakukan adalah memusatkan perhatian pada apa yang penting, yaitu diri kami sendiri dan pertandingan berikutnya," jelasnya.
Ada banyak kegembiraan dalam skuad dengan julukan The Lions itu, namun juga ada ketegangan yang dirasakan pemain karena momentum ini adalah yang pertama sejak tahun 2020.
Gavin Lee menilai, anak asuhnya dalam kondisi siap dan semangat untuk pertandingan di hadapan publik Singapura yang akan memenuhi stadion.
"Suasananya tenang, ada banyak rasa antusias, tetapi juga banyak ketenangan,” katanya mengenai suasana di dalam skuad.
"Kami sangat antusias untuk turun ke lapangan dan bermain di hadapan penonton dan stadion yang penuh, dan berharap kami menampilkan performa yang baik serta membawa modal situasi yang bagus saat nanti bertandang ke Thailand. Jadi kami sangat fokus, sangat tenang, tetapi juga sangat bersemangat," sambungnya.
Hal yang senada juga disampaikan oleh pelatih Thailand, Anthony Hudson, skuad Gajah Perang benar-benar siap untuk melakoni laga leg pertama melawan Singapura karena telah mempersiapkan diri sebaik mungkin.
"Suasana di dalam tim sangat baik, dan sudah baik sejak awal," ungkap Hudson.
"Saya rasa tidak ada yang benar-benar berubah. Kami jelas tahu bahwa pertandingan besok akan sangat berbeda dengan lawan berbeda yang sangat kami hormati," tambahnya.
"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami sebagai jajaran staf dan para pemain sangat antusias menghadapi pertandingan ini," jelasnya.
Singapura memang belum mengalahkan Thailand sejak 2012. Namun ironisnya, kemenangan terakhir tersebut justru mengantarkan The Lions menjadi juara Piala AFF. Kini, 14 tahun berselang, mereka kembali berhadapan dengan Thailand di fase semifinal.
(Tribunnews.com/Sina)