TRIBUNNEWS.COM - Mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dengan demikian, Megawati sudah tiga kali tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR sejak tahun 2024.
Mengenai absennya Megawati tahun ini, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful menyebut sang ketua umum berhalangan hadir karena ada acara lain.
"Bu Mega tidak ada. Bu Mega ada kegiatan," kata Djarot ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Jumat.
Djarot berkata Megawati juga tidak akan menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026. Menurut Djarot, Megawati memilih untuk mengikuti upacara HUT RI bersama para kader di Sekolah Partai PDIP.
Sementara itu, politikus senior PDIP sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Bambang Pacul, memilih bungkam kepada wartawan yang bertanya tentang hadir atau tidaknya Megawati.
Bambang terlihat hanya tersenyum. Sembari menjulurkan kedua tangannya, Bambang terus berjalan ke arah pintu keluar menuju lokasi sidang tahunan yang berada di seberang Nusantara III.
Seperti Megawati, mantan Presiden RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga tidak bisa hadir karena sedang menjalani pengecekan kesehatan di Amerika Serikat.
Oleh karena itu, pada Sidang Tahunan MPR 2026 hanya Joko Widodo (Jokowi) saja mantan Presiden RI yang bisa hadir.
Sidang Tahunan MPR merupakan forum resmi kenegaraan yang diselenggarakan setiap tahun, biasanya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
Forum tersebut menjadi salah satu wadah untuk menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga tinggi negara kepada rakyat.
Baca juga: Megawati Soekarnoputri Kembali Absen di Sidang Tahunan MPR: Tak Hadir di 2024, 2025, Kini 2026
Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai meskipun Megawati absen, dia sudah terwakilkan oleh putrinya, yaitu Puan Maharani yang kini menjadi Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI.
"Lagi pula dalam sambutannya, Prabowo Subianto menyampaikan yang terhormat kepada Megawati Soekarnoputri yang diwakilkan oleh elite partai papan atas di PDIP, yaitu Puan Maharani. Selain itu, dari aspek keluarga, Puan Maharani adalah putri kandung Megawati Soekarnoputri," kata Emrus ketika dihubungi Tribunnews dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu, (15/8/2026).
Menurut Emrus, penunjukan Puan untuk mewakili Megawati sudah mencukupi jika dipandang dari aspek politik dan ketatanegaraan.
"Oleh karena Megawati sudah menugaskan Puan mewakili dirinya secara formal pada acara kenegaraan tersebut, maka Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak hadir dalam Sidang Tahunan MPR RI kemarin. Sudah dapat disebut bahwa beliau (Megawati) hadir," ujar akademisi Universitas Pelita Harapan itu.
Emrus menyampaikan hal yang berbeda akan terjadi apabila Megawati tidak hadir tanpa menunjuk orang yang mewakilinya.
"Dengan demikian, dari sudut pandang komunikasi politik verbal, absennya Megawati Soekarnoputri sesuatu yang wajar," kata dia.
Menurut Emrus, absennya Megawati belum bisa disebut dia enggan hadir dalam Sidang Tahunan MPR.
Puan Maharani mengatakan seluruh mantan presiden dan mantan wakil presiden telah diundang untuk hadir dalam Sidang Tahunan MPR.
Baca juga: Megawati Soekarnoputri Dipastikan Tak Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Istana
Puan mengatakan total undangan untuk agenda tersebut mencapai hampir 1.200 orang.
Selain mantan presiden dan wakil presiden, para tamu yang diundang antara lain duta besar, menteri, menteri koordinator, serta kepala lembaga negara.
Presiden Prabowo Subianto juga memiliki delapan tamu undangan khusus yang diundangnya untuk menghadiri acara pada 14 Agustus mendatang.
"Ada pelajar-pelajar dan lain-lain, ada delapan orang yang nanti akan ikut hadir di acara tanggal 14 Agustus nanti," ujar Puan.
Selain itu, terdapat undangan khusus bagi sejumlah penerima manfaat program pemerintah. Mereka diundang untuk menghadiri langsung rangkaian agenda kenegaraan tersebut.
"Undangan-undangan khusus dari ada penerima manfaat dari Bapak Presiden yang selama ini sudah menerima program tersebut dan merasakan manfaatnya," kata Puan.
(Tribunnews/Febri/Reza Deni)