Markus Waran Dorong Musprov KONI Papua Barat Tanpa Intervensi, Tekankan Regenerasi
Roifah Dzatu Azmah August 15, 2026 02:44 PM

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Frans Tiwan

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua Persatuan Olahraga Selam Indonesia (POSSI) Provinsi Papua Barat, Markus Waran, mendorong pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Papua Barat berjalan demokratis, transparan, dan sesuai mekanisme organisasi.

Markus mengaku telah bersilaturahmi dan berdiskusi dengan sejumlah pimpinan cabang olahraga (cabor) terkait dinamika pencalonan Ketua KONI Papua Barat.

Menurutnya, sosok yang nantinya dipercaya memimpin KONI harus memiliki integritas, pengalaman, kemampuan manajemen serta komitmen kuat terhadap pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga Papua Barat.

Baca juga: Markus Waran Soroti Situasi Maybrat: Jangan Ada Lagi Penembakan, Tempuh Jalan Damai

Markus mengaku telah melakukan silaturahmi dan berdiskusi dengan sejumlah pimpinan cabang olahraga (cabor) terkait dinamika pencalonan Ketua KONI Papua Barat.

Ia menilai, seluruh cabor dan pemilik hak suara harus diberikan ruang untuk melihat dan menilai secara objektif figur yang dinilai paling layak memimpin KONI Papua Barat ke depan.

“Cabor-cabor yang nanti akan menilai dan melihat siapa yang terbaik. Yang paling penting memiliki integritas dan bertanggung jawab untuk memimpin,” ujar Markus.

Markus juga menyatakan kesiapannya untuk ikut mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Papua Barat.

Namun, ia menegaskan tidak ingin menjadikan pencalonan tersebut sebagai ajang untuk mengejar kepentingan pribadi.

Menurutnya, persoalan menang atau kalah merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi dan sepenuhnya menjadi kewenangan cabor serta KONI kabupaten/kota yang memiliki hak suara.

“Saya siap mencalonkan diri. Tetapi soal menang atau kalah itu kewenangan cabor dan KONI kabupaten/kota yang mempunyai hak suara,” katanya.

Markus menyebut dirinya memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi olahraga. Selain pernah menjabat sebagai Ketua KONI tingkat kabupaten, ia juga pernah memimpin cabang olahraga selam di Papua Barat selama dua periode.

Pengalaman tersebut, kata dia, membuatnya memahami berbagai persoalan yang dihadapi KONI, mulai dari pembinaan atlet, pengelolaan organisasi hingga kebutuhan cabor.

“Saya tahu KONI itu sakit. Jadi saya mau senang untuk mengobati KONI, itu saja,” ujarnya.

Baca juga: Pupuk Kaltim Gelar Program Vokasi D3, 24 Peserta Fakfak Kuliah di ATI Makassar

Markus menegaskan tidak akan membentuk tim sukses dalam proses pencalonannya.

Ia menilai jabatan Ketua KONI bukanlah jabatan politik, melainkan sebuah amanah organisasi yang bertujuan meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam Musprov KONI Papua Barat menjaga independensi organisasi.

“Jangan ada intervensi politik. Kalau ada intervensi politik, KONI ini tidak akan berkembang dan tidak akan maju,” tegasnya.

Markus juga meminta panitia atau tim yang nantinya dibentuk untuk melaksanakan seluruh tahapan Musprov berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.

Menurutnya, aturan organisasi harus menjadi pedoman utama agar proses pemilihan berjalan tertib, adil, dan dapat diterima seluruh pihak.

Lebih lanjut, Markus menilai KONI Papua Barat membutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi.

Evaluasi tersebut penting agar berbagai kekurangan dalam kepengurusan sebelumnya dapat menjadi bahan perbaikan untuk membangun organisasi yang lebih profesional.

Ia juga menilai Papua Barat memiliki banyak anak muda Papua yang kompeten, berwawasan luas, dan mampu mengelola organisasi olahraga.

Karena itu, kesempatan bagi generasi baru untuk mengambil peran dalam kepemimpinan KONI harus dibuka secara luas.

“Di Papua Barat banyak anak Papua yang berkompeten, bisa bekerja dan punya wawasan luas. Mereka juga bisa membawa kebangkitan KONI Papua Barat,” katanya.

Baca juga: 29 Mahasiswa IMPT Manokwari Diwisuda, Pengurus Pesan Jangan Lupakan Organisasi

Menurut Markus, regenerasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

“KONI Papua Barat butuh regenerasi. Jangan pemimpinnya hanya yang itu-itu saja. Kita harus membuka ruang bagi generasi yang memiliki kemampuan dan komitmen untuk membangun olahraga,” tambahnya.

Markus berharap proses Musprov nantinya menghasilkan Ketua KONI yang benar-benar memiliki visi membangun olahraga Papua Barat secara berkelanjutan.

Ia meminta siapa pun yang terpilih nantinya segera melakukan konsolidasi organisasi, mengevaluasi kondisi seluruh cabor serta memperkuat sistem pembinaan atlet.

Hal tersebut dinilai penting mengingat Papua Barat harus mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda olahraga nasional, termasuk PON 2028.

“Kita harus memilih dengan hati nurani. Siapa yang betul-betul terpilih harus bertanggung jawab membenahi KONI dan meningkatkan prestasi olahraga di Papua Barat. Jangan kita politisir lagi,” ujarnya.

Markus menambahkan, KONI Papua Barat membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi juga integritas, disiplin, kemampuan manajemen, dan keberanian melakukan pembenahan.

Ia berharap Musprov dapat menjadi momentum kebangkitan olahraga Papua Barat sekaligus memperkuat pembinaan atlet-atlet lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Yang paling penting adalah bagaimana KONI ke depan benar-benar hadir untuk cabor dan atlet. Kita ingin organisasi ini sehat, profesional dan mampu membawa prestasi Papua Barat lebih baik,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.